Kata Menlu Retno soal Dugaan WNI Terlibat Pemboman Gereja di Filipina

Oleh Muhammad Ali pada 03 Feb 2019, 09:43 WIB
Diperbarui 03 Feb 2019, 09:57 WIB

Fokus, Jakarta - Pihak berwajib Filipina terus menyelidiki aksi pemboman yang terjadi di sebuah gereja katolik di Kota Jolo, Filipina Selatan. Hasil penyelidikan sementara disebut-sebut adanya keterlibatan dua warga negara Indonesia (WNI).

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (3/2/2019), dugaan itu didasari pada pengumpulan data dari para saksi. Keduanya dicurigai mendapat bantuan Abu Sayyaf yang bertindak sebagai pemandu dan kemungkinan melakukan pengawasan sebelum aksi pengeboman.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menyatakan pihaknya masih melakukan komunikasi dengan otoritas Filipina, terkait adanya dugaan keterlibatan WNI dalam aksi serangan bom tersebut.

Aksi pemboman di Gereja Katolik Maria Karmel di Kota Jolo terjadi hari Minggu, 27 Januari lalu. Sedikitnya 20 orang tewas dan 80 orang terluka dalam serangan bom bunuh diri. Bom meledak dua kali, pertama terjadi saat Misa Minggu berlangsung, bom kedua meledak di depan pintu gereja saat polisi dan tentara merespon ledakan bom pertama. (Galuh Garmabrata)