Ahok, Mako Brimob dan BTP

Oleh Delvira HutabaratNila Chrisna YulikaRita Ayuningtyas pada 25 Jan 2019, 00:09 WIB
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengurus dokumen kebebasannya. (Instagram @basukibtp)

Liputan6.com, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok keluar dari Mako Brimob Kelapa Dua pada pukul 07.30 WIB, Kamis 24 Januari 2019. Meski bebasnya Ahok sesuai dengan yang direncanakan, tak banyak yang melihat keluarnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu dari gerbang Mako Brimob.

Publik baru mengetahui kalau Ahok sudah meninggalkan tempat dia menjalani hukuman penjara selama 1 tahun, 8 bulan, 15 hari itu dari staf pribadinya, Ima Mahdiah.

"BTP sudah keluar sekitar pukul 07.30. Dijemput putra sulungnya Nicholas Sean dan perwakilan dari Tim BTP. Langsung menuju kediaman," kata Ima saat dihubungi awak media, Kamis (24/1/2019) pagi.

Dia bercerita, saat pertama kali menghirup udara bebas, Ahok langsung memeluk putra sulungnya, Nicholas Sean Tjahaja Purnama.

"Iya, peluk Nico," kata Ima kepada Liputan6.com.

Tak hanya Nicholas, kata Ima, Ahok juga memeluk semua tim BTP yang datang menjemputnya. Ahok, juga banyak mengucapkan terima kasih kepada semua staf di Mako Brimob.

"Dipeluk semua. Banyak mengucapkan terima kasih juga kepada semua staf di Mako Brimob," kata Ima.

Saat keluar, dia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru tua dan celana jins biru. Tak lupa Ahok menyalami rekan-rekannya di penjara. Juga tukang bersih-bersih di Mako Brimob.

"Tadi salam-salaman, mengucapkan banyak terima kasih. Di situ ada tukang bersih-bersih juga, bagian administrasi, temen-temen Beliau di tahanan juga," kata Ima.

Dia mengatakan, selepas keluar dari Mako Brimob, Ahok akan langsung pergi menuju ke rumah untuk beristirahat. Namun, Ima tak mau menyebutkan di mana rumah untuk Ahok beristirahat.

"Langsung pergi ke suatu rumah, tapi belum bisa disebutkan (di mana)," kata Ima.

Dia mengatakan, yang jelas saat ini Ahok sedang berkumpul bersama keluarga. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin beristirahat dengan tenang.

"Bersama keluarga, istirahat di rumah," ujar dia.

Ima sendiri tak bisa memastikan kapan Ahok akan mulai beraktivitas dan bertemu dengan awak media. "Nanti akan dikabari," jelas Ima.

Yang jelas, saat keluar dari Mako Brimob, Ahok langsung nge-vlog bareng putranya, Nicholas Sean. Pengambilan video untuk vlog itu dilakukan ketika Ahok mulai keluar dari lapas oleh Tim BTP.

"Tim BTP jemput, sambil nge-shoot untuk vlog," kata Ima.

Namun, vlog tersebut tidak dapat langsung ditayangkan. "Bukan hari ini, nanti tayangnya tunggu aja," kata Ima.

Tim Ahok sendiri telah membuat akun youtube bernama "Panggil Saya BTP".

Panggilan BTP ini merupakan simbol pribadi baru Ahok. Dia ingin menjadi manusia yang lebih baik dan berkepala dingin.

Selain untuk menyosialisasikan panggilan barunya, BTP, Ahok ingin pendukungnya tak perlu datang ke Mako Brimob hanya karena ingin melihatnya. Sebab, akun tersebut akan menayangkan detik-detik dia keluar dari tahanan.

Sementara, tak lama setelah kebebasan Ahok, Nicholas yang akrab dipanggil Nico mengunggah fotonya bersama sang ayah.

"He's back. My dad's a free man! Thank you everyone for the support," tulis Nico dalam akun Instagramnya, @nachoseann, Kamis siang.

2 of 4

Ditunggu Ahoker, Dilepas Petugas

Dukungan emak-emak di hari kebebasan Ahok (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Dukungan emak-emak di hari kebebasan Ahok (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Menyalakan lilin, itulah yang dilakukan sejumlah simpatisan Ahok yang telah berkumpul di Mako Brimob sejak Rabu malam 23 Januari 2019. Lebih kurang 100 meter dari pintu gerbang Mako Brimob Kelapa 2 Depok, terlihat lilin-lilin yang ditutupi gelas platik dinyalakan.

Para Ahoker itu lalu duduk bersila di depannya dengan beralaskan tikar dan karpet plastik. Salah satu Ahoker bernama Wibowo mengatakan menyalakan lilin sebagai simbol pantang menyerah menunggu kehadiran Ahok.

"Sekali lagi, kami hanya ingin menunjukkan kesetiaan kepada Pak Ahok. Ini juga pertanda kami senang Pak Ahok akan bebas besok," kata Wibowo.

Kemudian para simpatisan memanjatkan doa sebagai rasa syukur bahwa Ahok bakal segera bebas.

Di hari kebebasan Ahok pada Kamis kemarin, fenomena karangan bunga pun kembali terjadi seperti pada tahun 2017. Jika saat itu para pendukung memenuhi halaman Balai Kota yang ditujukan untuk Ahok dan Djarot atas kontribusinya membangun Jakarta, kali ini para pendukung memberi bunga sebagai ucapan selamat atas kebebasan Ahok.

Menariknya, tak cuma pendukung Ahok dari sekitar Jakarta saja yang datang ke Mako Brimob untuk menyambut kebebasan pria berusia 52 tahun itu.

Salah satunya adalah Rafa. Dia mengaku sebagai Ahoker yang berasal dari Yogyakarta. Ketika mengetahui kabar Ahok akan bebas dari penjara, dia pun bertolak ke Jakarta.

"Kami ke sini karena cinta sama Pak Ahok. Saya mau lihat Pak Ahok," tandas dia.

Pantauan di lapangan lima karangan bunga diletakan di depan Gereja GPIB Gideon yang berada tepat di sebelah Mako Brimob. Salah satu karangan bunga berasal dari Ahokers For Indonesia. Di situ tertulis "Ytk. Pak Ahok/BTP seperti kepompong jadi kupu-kupu Indah..Kuat..Bebas."

Selain itu, ada karangan bunga lain untuk Ahok. Namun, tidak tertulis nama pengirim.

Pada karangan bunga hanya tertulis "Mr Basuki, mantan pelayan Jakarta terbaik. Kami puas dengan pelayanan Anda. Semoga sehat selalu."

Sementara itu, Kalapas Cipinang Kelas I R Andika Dwi Prasetya mengatakan bahwa proses pembebasan Ahok semuanya memang dilakukan di Mako Brimob.

"Kami sampaikan informasi menyangkut pembebasan Ahok, bahwa hari ini 24 Januari 2019. Tadi pukul 07.00 WIB, sudah dibebaskan. Berlokasi di Rutan Mako Brimob," kata Andika di kantornya Jakarta Timur, Kamis (24/1/2019).

Menurut dia, dokumen yang diurus sebelum bebas, bukan administrasi yang rumit. Oleh karena itu, pagi tadi Ahok sudah bebas murni.

"Administrasi ada di Mako. Administrasi hanya penyiapan surat lepas. Bukan hal yang rumit. Kepala bidang pembinaan sudah membawa surat pelepasan yang saya tandatangani telah mengakhiri masa pemindahannya. Kini prosedur normal. Sudah bebas. Langsung menuju ke rumahnya," kata Andika.

"Pengambilan sidik jari. Pencatatan pada buku keluar narapidana. Dari LP Cipinang langsung dibawa berkasnya ke sana," sambung dia.

Dia mengatakan, Ahok dalam keadaan sehat saat keluar dari Mako Brimob. "Kondisinya baik," jelas Andika.

Dia juga menegaskan, tak ada yang spesial atas pembebasan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Menurutnya, semua sudah berjalan sesuai prosedur.

"Yang bersangkutan langsung kembali ke tengah-tengah keluarganya karena proses administrasi semua dilakukan di Rumah Tahanan Mako Brimob. Enggak ada yang spesial karena Beliau kan di sana. Semua biasa, sama seperti yang lain. Kalau memang ada napi kita dititipkan di sana ya kita bebaskan di sana," katanya di kantornya, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2019).

Katanya, surat pembebasan Ahok sudah dibuat sehari sebelumnya.

"Surat lepas bagi narapidana itu dibuat sehari sebelum hari H. Berarti kalau 24 bebas, tanggal 23 sudah disiapkan. Tanggal 24 itu baru diserahkan. Tandatangani (saya) tadi pagi," katanya.

Saat bebas, Ahok sempat mengucapkan terimakasih dan memohon maaf kepada petugas.

"Beliau sebagai orang yang santun menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada petugas ketika dia ada khilaf dan salah," ujar Andika.

 

3 of 4

Ahok dan Puput

Ahok berkumpul bersama keluarga, Bripda Puput, dan sahabat
Ahok berkumpul bersama keluarga, Bripda Puput, dan sahabat. (Instagram @happydjarot)

Basuki Thahaja Purnama atau Ahok dikabarkan akan menikah setelah bebas dari penjara. Dia melabuhkan hatinya ke seorang polwan bernama Bripda Puput Nastiti Devi. Pernikahan keduanya disebut berlangsung pada 15 Februari 2019. Kabar itu ternyata bukan isapan jempol belaka.

Kabar tersebut dibenarkan Lurah Pasir Gunung Selatan, Aslih Sinten, saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (24/1/2019). Menurutnya, pihak keluarga Bripda Puput sudah mengurus perihal administrasi untuk pernikahan polisi wanita tersebut.

"Kita bantu surat pengantar doang," kata Aslih.

Surat-surat yang diurus itu adalah surat N1, N2, dan N3, yang merupakan surat numpang menikah. Aslih juga membenarkan bahwa rencananya Bripda Puput akan dipinang oleh Ahok.

"Kalau bukan sama si Ahok, enggak mungkin sama saya," seloroh Aslih.

Adapun pengurusan dilakukan pekan lalu dan atas persetujuan orangtua Bripda Puput. Selama ini, kata Aslih, Puput tercatat sebagai warga yang tinggal di Kompleks Mako Brimob.

"KTP, KK masih Cimanggis makanya saya layani," kata Aslih.

Beredar kabar bahwa pernikahan Ahok akan dilangsungkan di Menteng, Jakarta Pusat, namun Camat Menteng Paris Limbong menyatakan tidak mengetahui kabar tersebut.

"Sepanjang yang saya tahu, enggak ada, entah kalau ke Dukcapil," kata Paris.

Rencana pernikahan Ahok dengan Bripda Puput juga dibenarkan keluarga Bripda Puput yang ada di Nganjuk Jawa Timur.

"Orangtua Puput sudah memberikan baju seragam resepsi pernikahan yang akan digunakan saat acara iring-iringan resepsi pernikahan Puput dengan Ahok pada 15 Februari 2019 di Jakarta," tutur tante Puput, Sri Wilujeng, Kamis (24/1/2019).

Sri Wilujeng yang ditemui di kediamannya di Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengatakan bahwa pada Desember 2018, orangtua Bripda Puput, Teguh Sriyono bersama istrinya datang ke Nganjuk.

"Orangtua Puput menemui kita semua dan menyampaikan info tentang rencana pernikahan Puput dengan Ahok yang akan dilakukan antara tanggal 14 hingga 15 Februari 2019," katanya.

Dia mengatakan bahwa keluarga di Nganjuk mendukung atas keputusan Bripda Puput untuk menikah dengan Ahok. "Puput akan melangsungkan pernikahannya di Jakarta, melalui KUA Jakarta, karena Puput sudah menjadi warga Jakarta," ujarnya.

Lalu siapakah Bripda Puput yang akan segera dinikahi Ahok? Bripda Puput rupanya bukan orang jauh. Ia adalah mantan pengawal Veronica Tan, mantan istri Ahok. Vero dan Ahok sudah bercerai pada 4 April 2018 lalu.

Keputusan cerai Ahok dan Vero ini diketuk hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dahulu, Bripda Puput rajin mengantarkan makanan untuk Ahok dari Vero ketika ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Dalam pesan yang beredar di jagad maya, Bripda Puput saat ini disebut bertugas sebagai Banum Urpers Subbagrenmin Yanma Mabes Polri. Kepala Yanma (Kayanma) Mabes Polri Kombes Pol Yudi mengatakan bahwa Puput dulu pernah bertugas di Polda Metro Jaya.

"Dulu pernah di Polda Metro. Tapi, kalau cari informasi, langsung sama yang bersangkutan," kata Yudi.

Bripda Puput merupakan putri dari Aiptu Teguh Sriyono yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

"Puput lahir dan besar di Jakarta bersama ayah, ibu, dan adiknya. Ia sendiri adalah mantan ajudan Veronica Tan yang pernah menjadi istri Ahok," ujar Paman Bripda Puput, Sunarbowo.

Kini, rumah ayah Bripda Puput dikontrakkan kepada orang, karena keluarga Bripda Puput berada di Jakarta. Keluarga Bripda Puput terakhir kali pulang ke Nganjuk sekitar tahun 2011 setelah neneknya meninggal dunia.

Puput sendiri adalah anak sulung dari pasangan Teguh Suryono dan Lilis Wijayanti. Sang ayah, Teguh menjelaskan, Puput mulai tertarik menjadi polisi sejak duduk di bangku SMP dan bercita-cita ingin menjadi Polwan. Keinginannya itu pun kemudian terwujud.

"Lulus SMA 2015. Kemudian daftar Brigadir. Lalu menjalani pendidikan selama 7 bulan. Ia pun bertugas di Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polda Metro Jaya. Setelah itu, sekitar tahun 2017 mengawal Bu Vero," tukas Teguh.

Namun hingga saat ini, Polri belum menerima surat permohonan menikah dinas dari polwan tersebut, padahal waktunya tak sampai sebulan lagi.

"Sampai saat ini saya kroscek lagi, belum ada surat permohonan untuk menikah dinas," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Berdasarkan Pasal 14 Peraturan Polri Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengajuan Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk menyebutkan, surat izin tersebut harus diterima pejabat berwenang paling lambat 45 hari sebelum pernikahan.

Kabar terakhir, Bripda Puput Nastiti Devi ternyata telah mengundurkan diri dari Polri.

"Bripda Puput sudah mengundurkan diri dari dinas kepolisian mulai tanggal 9 Januari 2019," ujar Brigjen Dedi Prasetyo kepada Liputan6.com, Jakarta, Kamis (24/1/2019) malam.

Surat tersebut, kata Dedi, sudah masuk di meja Biro Perawatan Personel (Watpers) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri. Pengajuan pengunduran diri Puput dari Korps Bhayangkara juga sudah disetujui.

Artinya, tak ada lagi halangan bagi Ahok dan Puput untuk melangsungkan pernikahan.

4 of 4

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓