Masuki Puncak Musim Hujan, 100 Pasien Anak-Anak di Cimahi Terjangkit DBD

Oleh Maria Flora pada 15 Jan 2019, 17:15 WIB

Liputan6SCTV, Cimahi - Ratusan warga di wilayah Cimahi dan Bandung Barat, Selasa pagi terjangkit deman berdarah (DBD) dan harus dirawat di rumah sakit. Memasuki periode tingginya curah hujan tinggi, masyarakat diimbau agar menjaga kebersihan lingkungan dan waspada dengan penyakit tersebut.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (15/1/2019), dalam sebulan terakhir, tercatat sudah ada 100 pasien terjangkit DBD yang didominasi anak-anak, di hampir seluruh ruangan RSUD Cibabat, Kota Cimahi.

Menurut tim dokter, tingginya serangan DBD pada periode Desember hingga Januari setiap tahunnya disebabkan faktor cuaca.

Sementara itu, di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, penderita DBD juga meningkat. Sejak musim penghujan, dalam sehari, rata-rata ada tiga hingga empat pasien DBD yang dirawat di RSUD Dokter Soeselo, Tegal. Sebagian besar merupakan anak-anak usia 5-10 tahun.

Kondisi pasien yang lemah membuat mereka harus mendapat penanganan serius. Karena trombosit darah terus menurun dan sudah muncul bintik-bintik merah di badan.

Seiring meningkatnya kasus DBD, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengetahui gejala demam berdarah yang diawali suhu tubuh panas selama 5-7 hari, sakit perut, mual dan muntah.

Satu hal yang tak kalah penting dan perlu diperhatikan masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mengubur barang untuk memutus siklus hidup jentik nyamuk. (Galuh Garmabrata)

Potret dan Sejarah Kota Tertua di Indonesia

Tutup Video