Berebut Predikat Korban di Kasus Prostitusi Online Artis VA

Oleh Nila Chrisna YulikaRita Ayuningtyas pada 13 Jan 2019, 00:01 WIB
Artis VA Terjaring Prostitusi Online

Liputan6.com, Jakarta - Menjemput rezeki di Surabaya, artis VA justru dikejutkan oleh penggerebekan yang dilakukan Polda Jawa Timur di kamar hotel tempatnya beraktivitas, Sabtu 5 Januari 2019 siang. Polisi lalu mengembangkan kasus ini dan sejumlah temuan didapat.

Dua muncikari prostitusi ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan artis VA menjadi tersangka terkait kasus prostitusi tersebut.

Namun kini, nama-nama yang disebut justru mengaku menjadi korban.

Salah satunya, muncikari ES. Dia merasa menjadi korban dalam kasus prostitusi artis yang melibatkan VA dan AS. Dia pun membeberkan berbagai kejanggalan yang dirasakannya.

Melalui kuasa hukumnya, Franky Desima Waruwu, ES bercerita jika kasus tersebut bermula saat dirinya ditangkap di sebuah hotel di Surabaya pada 5 Januari lalu.

Pertama, sebelum ditangkap ES mengaku bertemu dengan seorang laki-laki di lobi hotel. Meski tak mau menyebut identitas laki-laki yang ditemuinya di lobi hotel, namun ES mengaku mengenalnya.

"Dia (ES), tidak menceritakan apa hubungan pria tersebut dengan kasus (prostitusi) ini," ujarnya Jumat (11/1/2019) malam pada Merdeka.

Namun, setelah bertemu di lobi hotel, pria itu lalu meminta ES untuk masuk kamar yang telah tersedia. Kurang lebih lima menit setelah masuk kamar, ia pun ditangkap oleh polisi.

Kejanggalan kedua, tambahnya, soal transaksi keuangan, ES mengaku tidak mendapatkan keuntungan apapun dalam kasus ini. Sebab, dalam kasus ini rekeningnya hanya dipinjam oleh artis VA untuk bertransaksi dengan orang yang tak dikenalnya.

"Dia memang mendapatkan transfer sebesar Rp 40 juta. Oleh ES, uang itu ditransfer kembali ke VA sebesar Rp 35 juta. Yang Rp 5 juta katanya untuk biaya mobil. Jadi, rekeningnya itu dipinjam VA," tambahnya.

Dikonfirmasi soal perputaran uang sebesar Rp 2,7 miliar di rekening ES, Franky menyatakan, uang itu merupakan uang hasil kerja ES sebagai seorang karyawan di perusahaan tambang batubara dan bisnis-bisnis yang dilakukannya bukan dari prostitusi artis.

"Uang itu didapat ES dari gaji dan bonus saat dia bekerja sebagai karyawan di perusahaan batubara," ungkapnya.

Ilustrasi Pekerja Seks Komersial (PSK). (iStockphoto)

Lantas, bagaimana hubungannya antara ES, VA dengan pria hidung belang bernama Rian, Franky menyatakan, berdasarkan pengakuan ES, ia dengan VA adalah teman. Sedangkan dengan Rian, ia mengaku tidak mengenalnya secara langsung.

Namun Franky menjanjikan, akan terus mengorek keterangan dari ES, terkait dengan sosok Rian.

"Belum dapatkan keterangan sesungguhnya. Tapi akan koordinasi terus agar dapat mengungkapkan siapa betul-betul user tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, artis VA melalui Muhammad Zakir Rasyidin yang saat itu masih menjadi pengacaranya, juga membantah terperangkap dalam bisnis prostitusi.

"Sampai dengan malam ini klien kami masih satu kata, tidak pernah melakukan yang dituduhkan. Makanya itu yang menjadi alasan kenapa alasan kami dibebaskan," kata dia di Jakarta Selatan, Senin, 7 Januari 2018.

Zakir menjelaskan, kliennya tidak pernah memasang tarif Rp 80 juta. Dia juga menampik kalau VA telah menerima down payment (DP) sebesar 30 persen.

"Tidak ada semua. VA tidak pernah menerimanya. Lagian percakapan negosiasi tidak ada," ucap dia.

Zakir menjelaskan, kedatangannya kliennya ke Surabaya karena dipanggil oleh Siska, orang yang dituding sebagai muncikari.

"Dia ke sana karena ada panggilan dari saudara Siska untuk mengisi suatu acara. Cuma persoalannya dia berada pada tempat dan waktu yang salah," jelas dia.

Artis VA merasa dijebak. Menurut Muhammad Zakir Rasyidin, kuasa hukum VA, ia menduga kuat orang yang menjebaknya adalah muncikari berinisial ES.

"Jadi klien kami dijebak. Patut diduga kalau yang menjebaknya itu si muncikari itu. Karena dia yang mengajak VA," ucap Zakir.

"Yang dia tahu dia diundang secara mendadak, makanya VA bilang ke manajernya ada job mendadak yang langsung ditawarkan kepadanya," ujar Jane Shalimar, sahabat artis VA, menimpali.

2 of 3

Polisi Tetap Lanjutkan Penyidikan

Komnas PA: Gaya Hidup Anak Millenial Rentan Jadi Korban Prostitusi
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai praktik prostitusi anak berbasis online di apartemen dan rumah kos dipi...

Meski sejumlah pihak yang terkait kasus ini mengaku menjadi korban, Polda Jawa Timur tetap melanjutkan penyidikan kasus ini. Penyidik pun segera memanggil 5 artis lain yang berada dalam jaringan prostitusi online.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, kelima artis tersebut diduga kuat berada dalam jaringan yang sama dengan VA.

"Iya ada 5 artis yang terindikasi kuat masuk jaringan prostitusi online," kata Luki kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Kelima artis tersebut adalah AC, TP, BS yang masuk dalam jaringan muncikari Tantri (TN). Sementara ML dan RF masuk jaringan muncikari Sisca (ES).

"Dalam waktu dekat kelimanya akan kami periksa," tandas Luki.

Sebelumnya, Polda Jatim mengindikasi ada 45 nama artis yang masuk jaringan prostitusi online. Kasus ini terungkap saat polisi menangkap artis VA saat bertransaksi seksual dengan seorang pengusaha berinisial R.

Polda Jatim menetapkan dua muncikari sebagai tersangka kasus prostitusi online di Surabaya, Jawa Timur. Kasus ini melibatkan artis VA dan model AS.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera menuturkan, dua muncikari tersebut berinisial ES dan TM. Keduanya berperan sebagai muncikari asal Jakarta Selatan.

Barung menyatakan artis VA dan AS sebagai korban. ES dan TM sengaja mendatangkan korban ke Kota Pahlawan.

Artis VA dan AS sempat diperiksa 1x24 jam di Gedung Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Ke depan, dua artis ini dikenakan wajib lapor.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓