Jokowi: Saya Jengkel Kalau Ada yang Remehkan Profesi Ojek Online

Oleh Liputan6.com pada 12 Jan 2019, 12:32 WIB
Ini Markas Penentuan Kabinet dan Penyusunan Kebijakan Jokowi-JK

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sering merasa jengkel dan marah jika ada pihak yang meremehkan pengemudi transportasi online.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat Silaturahmi Nasional (Silatnas) dengan Keluarga Besar Pengemudi Online di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

"Saya kadang-kadang marah dan jengkel, kalau ada yang meremehkan profesi pengemudi transportasi online," kata Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Dia mengatakan menjadi pengemudi online adalah pekerjaan mulia. Pasalnya kata dia pekerjaan tersebut dapat memberikan pendapat yang baik. Dengan penghasilan yang didapat dapat mensejahterakan keluarga.

"Ini pekerjaan mulia. Saya tanya ke Pak Mulyono dari Gojek, Pak Mul, sehari income berapa?," tanya Jokowi.

"Iya Pak kadang Rp 300 ribu. Kadang 200, rata-rata Rp 200. Kalau sebulan Rp 6 juta. Kan ada operasional Rp 50 ribu. Berarti Rp 4,5 juta, itu masih dikurangi lagi," jawab Mulyono.

"Kita Sabtu Minggu libur. Masih kira-kira Rp 4 juta. Jumlah sangat besar. Kalau ada yang meremehkan saya marah dan jengkel karena ini jumlah yang sangat besar," kata Jokowi.

Edy Rahmayadi Mundur dari Jabatan Ketum PSSI

Tutup Video
2 of 3

Bebas Bekerja

Dia juga menjelaskan pekerja pengemudi online memberikan kesempatan untuk ambil waktu sebebas-bebasnya. Bisa setengah hari, juga dapat bekerja terus menerus.

"Setengah hari silakan, Senin sampai Minggu libur silakan. Kalau saya, saya ini nggak Sabtu, Minggu, nggak pernah libur. Isinya kerja terus," kata Jokowi.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓