JK Bersyukur Tahun Politik Tak Berpengaruh Negatif ke Ekonomi

Oleh Liputan6.com pada 12 Jan 2019, 05:15 WIB
20170605-Wapres JK Bertemu PM Jepang Shinzo Abe-Pool

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersyukur Indonesia di tahun politik tidak seperti di Filipina, Pakistan atau Thailand yang menyebabkan konflik besar. Di Indonesia, kata JK, hanya konflik media sosial saja dan tidak berpengaruh pada ekonomi negatif.

"Di kita ada konfliknya tapi selalu di media sosial, tidak di lapangan. Kita memulai sistem ekonomi saling berpengaruh. Tapi tidak berpengaruh kepada yang negatif, politik boleh berjalan dengan sistemnya, Ekonomi berjalan dengan sendiri," kata JK di Ritz Calton, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Dia menilai, apapun tahunnya ekonomi tetap berjalan. JK berharap di tahun politik ini akan menambah konsumsi. Seperti contoh, di 800 TPS nanti akan dibutuhkan 30 saksi yang rata-rata diberikan Rp 200 ribu per orang.

"Berapa triliun uang untuk keluar meningkatkan uang masyarakat berkembang. Jadi penting juga konsumsi dorongan ekonomi. Bukan hanya kepentingan politik belaka. Karena itu kita bersyukur," kata JK.

Tetapi sebaliknya menurut JK, masalah ekonomi dapat menimbulkan ketidakadilan. Yang bisa-bisa jadi masalah.

"Jadi itulah negeri kita, masalah politik tidak masalah di bidang ekonomi. Itulah situasi yang menguntungkan. Tetapi apabila kita mengambil tindakan yang adil. Dengan yang baik," kata JK.

2 of 2

Optimistis Ada Perbaikan

Dalam acara tersebut JK optimis di 2019 ekonomi di Indonesia mengalami perbaikan. Yaitu kata dia terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, serta perkreditan.

Walaupun memiliki tantangan, JK harap semua pihak harus kerja keras dan mengisi kerja sama bersama. Sebab dengan kerja sama kata JK, Indonesia akan jadi bangsa yang lebih besar.

"Karena itulah apa yang kita canangkan. iyalah suatu kebersamaan dan menjadi upaya untuk menjadi bangsa ini lebih besar dan upaya-upaya kebersamaan kita," kata JK.

JK juga berharap Indonesia tidak akan mengulang di-era krisis yang berakibat pemerintah harus selalu membayar bunga selama 4 tahun. Karena itu dia meminta semua pihak harus mencegah krisis.

"Kalau pada 20 tahun yang lalu krisis itu dibayar oleh pemerintah, dibayar oleh rakyat. Yang disepakati oleh monter karena itulah pada yang akan datang kita tidak akan terjadi lagi," kata JK.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓