Begini Kondisi Terkini Gunung Agung

Oleh Devira Prastiwi pada 11 Jan 2019, 11:21 WIB
Sunrise Gunung Agung di Bali

Liputan6.com, Bali - Gunung Agung yang berada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali kembali meletus pukul 19.55 Wita, Kamis, 10 Januari 2019. Namun, abu vulkanik masih tidak teramati dengan baik.

Hingga saat ini usai meletus, tingkat aktivitas Gunung Agung masih berada di level III atau siaga. Dari kemarin hingga pagi ini, Kamis (11/1/2019), visual cuaca Gunung Agung cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat, dan barat laut.

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama dengan tinggi 20 meter di atas puncak, berwarna putih dengan intensitas tipis," tulis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ESDM www.vsi.esdm.go.id.

Sementara dari Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA), terkirim kode warna orange, terbit 10 Januari 2019 pukul 20.23 Wita.

"Terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu tidak dapat teramati karena gunung tertutup kabut. Amplitudo gempa letusan 22 mm dan lama gempa 266 detik," kata PVMBG ESDM.

Gunung Agung memiliki ketinggian 3142 MDPL mengalami erupsi sejak 21 November 2017. Letusan terakhir terjadi pada 30 Desember 2018 dan 10 Januari 2019.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Tas Mencurigakan Dilempar ke Gerbang Polres Bengkulu

Tutup Video
2 of 2

Meletus

Gunung Agung
Gunung Agung di Bali. (Istimewa)

Sebelumnya, Gunung Agung kembali meletus. Namun begitu abu vulkanik tidak teramati dengan baik.

"Terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada 10 Januari 2019 pukul 19.55 Wita, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 26 detik," demikian keterangan dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung ESDM, Rabu, 10 Januari 2019.

Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III atau Siaga. Untuk itu, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pengunjung ataupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya itu.

Area zona dalam radius 4 km dari kawah Puncak Gunung Agung. Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual ataupun terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Lanjutkan Membaca ↓