Nasdem Sebut Bom Rumah Pimpinan KPK Pengalihan Isu Hoaks Surat Suara

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 10 Jan 2019, 06:41 WIB
Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjadi sasaran teror.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Johnny G Plate menduga Bagus Bawana Putra atau BBP, bukanlah aktor intelektual dari penyebaran hoaks surat suara tercoblos.

Johnny meminta polisi mengusut tuntas kasus yang sempat membuat geger awal Januari 2019.

"Saudara BBP itu adalah Ketua Dewan Kornas Prabowo, nah polisi perlu membongkar, apakah ada hubungan antara Dewan Kornas Prabowo dengan Paslon Prabowo-Sandi, hubungannya apa. Supaya Pak Prabowo dan Pak Sandiaga perlu tampil jadi ksatria demokrasi, jangan mendiamkan barang ini," ujar Johnny saat dihubungi wartawan, Rabu, 9 Januari 2019.

Johnny menyebutkan, saat ini kedua Paslon tengah menjalani perang demokrasi. Gagasan dan rekam jejak menjadi ajang pertarungannya, bukan fisik.

Menurut Johnny, satu per satu teror dalam suasana Pilpres bermunculan. Selain hoals surat suara yang tercoblos, teranpyar muncul teror bom yang menimpa pimpinan KPK.

 "Jangan sampai kontes Pilpres kita ini diwarnai dengan pelaku kejahatan kriminal terorisme dan kriminal politik," ujar Johnny.

2 of 2

Bantah Relawan Resmi

Wakil Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferry Juliantono menegaskan BBP, dalang hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, bukan bagian dari relawan resmi Prabowo-Sandiaga. Menurut dia, BBP sebagai Ketua Koalisi Relawan Nasional(Kornas) Prabowo Presiden, tidak terdaftar dalam tim relawan Prabowo-Sandiaga.

"Enggak ada, enggak ada di daftarnya, saya sudah cek sebagai yang bertanggung jawab di direktorat relawan," kata Ferry saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (9/1/2019).

Ferry melanjutkan, Kornas Prabowo tidak ada dalam pembekalan relawan beberapa waktu lalu di Istora Senayan. Sehingga, dia meyakini bahwa relawan tersebut hanya mengklaim bagian dari pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02.

"Tidak ada mereka pembekalan di Istora, saya punya database," ujar Ferry.

Kendati demikian, Ferry mengaku siap dimintai keterangan bila diperlukan pihak berwajib. Sebagai seorang yang menaungi bidang relawan, dia siap datang untuk menjelaskan hal-hal detil terkait daftar relawan yang tergabung dalam timnya.

"Siap kalau dipanggil ya datang," ucap dia.

Sebelumnya, polisi merilis perkembangan terbaru dari kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Disebutkan, Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden, Bagus Bawana Putra, menjadi tersangka dalam kasus ini sebagai pembuatan konten hoaks tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓