Teror Benda Diduga Bom, Rumah Ketua KPK Sepi

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 09 Jan 2019, 16:25 WIB
Diperbarui 09 Jan 2019, 16:25 WIB
OTT Bupati Pakpak Bharat, KPK Tunjukan Barang Bukti Suap
Perbesar
Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) melihat barang bukti hasil OTT Bupati Pakpak Bharat Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (18/11). KPK menetapkan tiga tersangka dan menyita uang Rp 150 juta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Penampakan rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo sepi, usai penemuan benda diduga bom pada pagi hari ini. Pantauan di lokasi pukul 15.30 WIB, hanya ada sederet motor terparkir di rumah bercat putih ini.

Tak ada keramaian warga dan garis polisi di sekitar di tempat kejadian, Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal belum bisa memastikan benda yang ditemukan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo sebagai bom. Namun dia tak menampik saat disinggung benda tersebut bentuknya mirip bom rakitan.

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo mendapat teror benda mirip bom (Liputan6.com/ Muhammad Radityo Priyasmoro)

"Ya, benda mirip bom. Mirip ya. Ada beberapa kabel, ada seperti tabung lah," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Saat ini benda dari rumah Ketua KPK tersebut tengah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk penyidikan lebih lanjut. Kasus ini tengah diusut oleh tim penyidik Polda Metro Jaya dibantu Bareskrim Polri dan Densus 88 Antiteror Polri.

"Sampai saat ini saya bicara, tidak ada bunyi (saksi yang mendengar bunyi ledakan di rumah Agus)," ucap Iqbal.

2 dari 3 halaman

Teror di Rumah Wakil Ketua KPK

Sementara itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait teror bom di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan. Hasilnya, polisi menemukan dua molotov yang dilemparkan ke rumah pimpinan KPK itu.

"Ada dua botol isinya bahan bakar. Ada dua biji yang dilemparkan, sekali tidak nyala dan tidak pecah atau masih utuh. Yang kedua pecah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Pantauan merdeka.com, Rabu (9/1/2019), ada warna hitam bekas terbakar dari benda diduga bom molotov di dinding garasi rumah. Sementara itu, anggota kepolisian tengah berada di dalam rumah untuk memeriksa saksi-saksi.

Saksi mata bernama Anita (39) yang tak jauh dari rumah pimpinan KPK Laode M Syarif mengatakan, benda diduga bom molotov dilihat pertama kali oleh pembantu dan sopir Laode, Bambang, pada pukul 05.30 WIB. Saat itu, Bambang hendak membuka pagar.

"Pas mau buka pintu lihat itu. Pas sopir datang, kuncinya dilempar ke luar yang nyuruh pembantunya. Ada apa Pak Bambang, ada bom molotov," kata mereka di lokasi, Rabu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait