Top 3 News: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi

Oleh Liputan6.comMuhammad Radityo PriyasmoroMaria FloraDevira Prastiwi pada 08 Jan 2019, 08:36 WIB

Diperbarui 08 Jan 2019, 09:16 WIB

Begini Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news, aktivitas Gunung Anak Krakatau terus menggeliat. Hingga Minggu dini hari, 6 Januari 2019, tercatat 46 kali kegempaan letusan terjadi sepanjang 12 jam. 

Gunung Anak Krakatau juga mengalami kegempaan embusan sebanyak 37 kali, amplitudo 5-19 mm, durasi 30-120 detik, dan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-12 mm (dominan 5 mm).

Berdasarkan data yang diambil dari Stasiun Sertung di Selat Sunda, Lampung Selatan, disimpulkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).

Larangan untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari puncak gunung pun dikeluarkan oleh PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu, kegaduhan yang dibuat VA dan AS dalam kasus prostitusi onlie artis bikin geger Tanah Air. Bagaimana tidak, saat digerebek di sebuah hotel bintang lima, VA dikabarkan tengah berhubungan badan dengan seorang pengusaha kaya asal Surabaya berinisal R.

Tak tanggung-tanggung, R bahkan merogok kocek hingga Rp 80 juta untuk sekali kencan. Selain mengamankan VA dan SA, polisi juga mengamankan dua orang mucikari. Berdasarkan keterangannya, ada 45 oknum artis yang diduga terlibat prostitusi online.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Senin, 7 Januari 2019:

2 of 5

1. Fakta-Fakta Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Penampakan jejak abu vulkanis Gunung Anak Krakatau yang tertangkap kamera satelit NASA pada 24 September 2018 (NASA)
Penampakan jejak abu vulkanis Gunung Anak Krakatau yang tertangkap kamera satelit NASA pada 24 September 2018 (NASA)

Usai menyebabkan tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu, kondisi Gunung Anak Krakatau terus dipantau. Gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, ini pun terus erupsi.

Bahkan, pada Sabtu, 5 Januari 2019, Gunung Anak Krakatau mengalami 24 kali kegempaan letusan, 4 kali kegempaan embusan, dan terjadi gempa tremor terus-menerus.

Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) Kementerian ESDM merekomendasikan agar masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius lima kilometer dari kawah.

Pada Minggu, 6 Januari 2019 dini hari, Gunung Anak Krakatau mengalami 46 kali kegempaan letusan.

 

Selengkapnya...

3 of 5

2. 3 Jurus Polisi Bongkar Prostitusi Online yang Libatkan Artis VA

Ilustrasi prostitusi
Ilustrasi prostitusi

Tanah Air digemparkan dengan kasus prostitusi online yang menjerat artis berinisial VA. Dia bersama artis lain berisinial AS ditangkap saat melayani pelanggan di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu (5/1/2019).

Polisi telah menguak identitas pria hidung belang yang bersedia membayar VA seharga Rp 80 juta dengan sekali kencan. Diketahui, pria itu merupakan pengusaha asal Surabaya.

Polisi menduga masih ada artis lain yang terlibat dalam prostitusi online. Lantas seperti apa langkah polisi untuk membongkar prostitusi online yang libatkan artis?

 

Selengkapnya...

4 of 5

3. Panwaslu Bogor Sebut Anies Baswedan Bisa Terjerat Pidana Pemilu

Hari Pertama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Berkantor di Balai Kota
Gubernur dan Wakil Gubernur baru DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bersiap menggelar rapat dengan jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa(17/10). Anies-Sandi tampak necis mengenakan pakaian dinas PNS. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Komisioner Panwaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah membeberkan hasil klarifikasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, atas dugaan pelanggaran kampanye saat menghadiri Konfrensi Nasional Partai Gerindra.

Irvan menyatakan dugaan pelanggaran ini bisa mengarah ke ranah pidana. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan mengklarifikasi kedatangannya di Konferensi Nasional Partai Gerindra pada Desember 2018.

Menurut Anies, aktivitas dia menyampaikan kata sambutan, berbaju dinas pejabat Pemprov, dan menggunakan simbol jari tidak menabrak norma hukum sebagai aparat negara.

 

Selengkapnya...

5 of 5

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓