Sekolah Rawan Ambruk, Siswa SD Korban Tsunami Lampung Belajar di Tenda

Oleh Maria Flora pada 07 Jan 2019, 15:26 WIB

Liputan6SCTV, Lampung Selatan - Memulai hari pertama sekolah, ratusan pelajar sekolah dasar (SD) korban tsunami di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, harus belajar di tenda darurat. Bahkan sebelum memulai sekolah, mereka harus ikut mengangkut bangku ke dalam tenda.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (7/1/2019), dengan bergotong-royong, tangan-tangan kecil para siswa SD tersebut mengangkat dan memindahkan bangku sekolah yang masih tersisa ke dalam tenda.

Senin pagi tadi merupakan hari pertama masuk sekolah para siswa ini. Setelah tsunami menerjang dan menghancurkan bangunan sekolah, mereka kini terpaksa harus belajar di tenda darurat.

Guru-guru mengaku terpaksa memindahkan aktvitas belajar mengajar karena bangunan sekolah rusak parah dan rawan ambruk, sehingga tidak layak lagi untuk ditempati para siswa.

Sementara itu, ratusan anak warga Desa Kunjir, Pesisir Kalianda, Lampung Selatan, yang masih tinggal di tempat pengungsian, di Desa Cugung juga berharap bisa segera bersekolah. Namun, seluruh peralatan sekolah termasuk seragam milik mereka telah amblas dibawa gelombang tsunami.

Di Desa Kunjir, ada 1.576 jiwa yang jadi korban tsunami. Mereka mengungsi di berbagai tempat, termasuk menempati rumah-rumah warga. (Galuh Garmabrata)