Hidayat Nur Wahid Melihat Koleksi di Arsip Nasional Republik Indonesia

Oleh Cahyu pada 03 Jan 2019, 19:01 WIB
Diperbarui 03 Jan 2019, 19:01 WIB
Hidayat Nur Wahid
Perbesar
Hidayat Nur Wahid mengunjungi Arsip Nasional Republik Indonesia. (foto: dok. MPR)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Majelis Perusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid, melakukan kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2018). Kedatangan politisi PKS ini disambut Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mustari Irawan, beserta jajarannya.

Kepada Hidayat, Mustari menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungannya. Ia berharap kunjungan ini menjadi contoh bagi masyarakat agar gemar mengunjungi museum, termasuk ANRI. Sebab, tempat seperti ANRI menyimpan sejarah dan pengetahuan yang sangat banyak menyangkut masa lalu.

"Ada lebih dari dua juta foto, film, dan gambar yang disimpan di ANRI. Tetapi masih banyak arsip yang belum seluruhnya dapat dikumpulkan di sini, karena berbagai persoalan. Mudah-mudahan, kunjungan Wakil Ketua MPR, dapat menambah semangat kami dalam mengusahakan terkumpulnya arsip lain dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk gemar mengunjungi ANRI," ujar Mustari.

Dalam kunjungan tersebut, Hidayat berkesempatan melihat sebagian koleksi arsip di ANRI. Ia melihat naskah asli Proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno, foto-foto tokoh pergerakan nasional dan sejumlah konferensi perdamaian yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Belanda, serta arsip-arsip MPR yang sudah tersimpan di ANRI. Selain itu, Hidayat juga melihat diorama, perjalanan sejarah Indonesia yang dimiliki ANRI.

Kepada segenap pimpinan ANRI, ia mengatakan bahwa dirinya berharap bisa mengumpulkan bukti-bukti sejarah perjalanan bangsa Indonesia yang hingga kini masih tercecer. Misalnya, arsip mengenai resolusi jihad yang dikobarkan Hasyim Asy'ari, Mosi Integral yang digagas Moh. Natsir, dan arsip tentang penetapan 18 Agustus sebagai hari Konstitusi.

"Semua itu adalah rangkaian sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dan memiliki makna yang sangat besar untuk memberikan pelajaran kepada generasi muda bahwa umat Islam telah berkontribusi banyak bagi tegak dan kuatnya NKRI," ucap Hidayat.

Pada akhir kunjungannya, Hidayat mengapresiasi segenap pimpinan ANRI yang telah menerima kedatangannya, sekaligus memberi pencerahan terkait sejarah Indonesia.

"Kecintaan saya terhadap NKRI terasa disegarkan kembali setelah melihat koleksi ANRI. Karena itu, mari kita senantiasa mengunjungi ANRI agar kecintaan kita pada bangsa Indonesia terus terjaga sebagaimana kecintaan para pahlawan kepada bangsa dan negara ini," kata dia.

 

 

(*)