3 Langkah Anies Baswedan Atasi Busa Deterjen di Kali Sunter

Oleh Maria Flora pada 03 Jan 2019, 15:31 WIB
Diperbarui 03 Jan 2019, 15:31 WIB
Tercemar, Kali Item Penuh Busa
Perbesar
Warga melihat kondisi Kali Item yang berbusa di Kemayoran, Jakarta, Selasa (1/1). Belum diketahui penyebab tercemarnya Kali Item tersebut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kali Sunter menjadi video viral pertama yang diunggah di awal 2019. Adalah akun instagram @jktinfo yang memperlihatkan Kali Item atau Kali Sunter dipenuhi buih puti seperti salju.

Kala itu diyakini busa tersebut adalah limbah deterjen rumah tangga di sekitar kali.

"Pasti itu limbah, tapi kita belum ngecek. Baru mikirin sampah-sampah tahun baru. Yang pasti kan itu pencemaran, bagaimanapun dari rumah tangga itu suka banyak limbah-limbah deterjen, kayak cucian piring, cucian baju itu kan semuanya deterjen-deterjen yang masuk saluran-saluran kita," Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji saat dihubungi Liputan6.com, Selasa 1 Januari 2019. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun sempat meninjau lokasi, yaitu di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Januari kemarin. Dari hasil peninjauan, Anies pun memastikan air Kali Sunter telah tercemar limbah deterjen untuk mencuci pakaian.

Berikut ini langkah-langkah mantan Menteri Pendidikan itu untuk atasi limbah rumah tangga di Kali Sunter yang dirangkum Liputan6.com:

1. Keluarkan Aturan Limbah Rumah Tangga

Anies Baswedan
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pengecekan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kelurahan Cilandak Barat, Rabu (17/10). Anies turut mengajak warga untuk melakukan pengecekan nama dalam DPT di wilayah masing-masing. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Munculnya busa penggunaan deterjen dalam jumlah besar di Kali Item, Anies Baswedan mengatur pengolahan limbah rumah tangga di Ibu Kota. Karena jika terlalu lama dibiarkan akan memberi dampak buruk pada lingkungan sekitar.

Yang tergolong limbah rumah tangga itu, yakni penggunaan deterjen untuk pencucian mobil ataupun laundry.

"Kita di Jakarta akan mengatur juga tentang di mana-mana saja, di mana kita boleh melakukan pencucian mobil, tempat laundry, pengolahan air limbah hasil pencucian mobil dan hasil laundry karena itu yang melakukan secara massal," kata Anies. 

 

2. Membangun Pengolahan Air Limbah

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah rencananya juga akan dibangun di kampung-kampung Jakarta. Mantan Menteri Pendidikan ini juga mendorong adanya regulasi penggunaan detergen di Indonesia.

"Solusinya adalah nomor satu hulunya, istilahnya adalah soft detergent, bukan hard detergent. Ini sudah harus dipikirkan. Saya berharap Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, me-review kembali standard itu," jelas Anies.

3. Temui Menperin dan Mendag

Jakarta Raih Predikat Provinsi dengan Indeks Demokrasi Terbaik
Perbesar
Ekspresi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah menerima piagam penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2017 dari Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Kamis (13/12). DKI meraih peringkat pertama kategori IDI terbaik. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Sebelumnya, Anies juga meninjau saringan pompa di Pompa Sunter Selatan, di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia mengecek dari mana asal busa tersebut.

Ketika pompa air dinyalakan, busa di Kali Sunter muncul.

"Dan ketika air dari danau sunter itu di pompa dan dimasukkan ke Kali Item, maka limbah sisa deterjen seperti diaduk dan keluar buih (busa) yang amat banyak," ujar Anies Baswedan di Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019).

Dia menyebut busa di Kali Sunter memiliki kadar deterjen yang tinggi. Melihat kondisi ini harus ditangani secara komprehensif dengan melibatkan pihak-pihak terkait. 

Dia mengharapkan adanya regulasi menyangkut deterjen di Indonesia, supaya rumah tangga, industri dapat menggunakan produk ramah lingkungan.

"Jadi langkah yang akan kita lakukan, satu saya akan mengatur untuk bisa bicara dengan menteri perindustrian, menteri perdagangan," ujar Anies. 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓