Naik ke Level Siaga, Warga Diminta Jauhi Gunung Anak Krakatau dalam Radius 5 Km

Oleh Maria Flora pada 28 Des 2018, 13:34 WIB
Diperbarui 28 Des 2018, 21:02 WIB

Liputan6.com, Banten - Gunung Anak Krakatau masih terus erupsi dan belum ada penurunan. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), asap tebal Gunung Anak Krakatau sudah mencapai ketinggian 2000-2500 meter.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (28/12/2018), semburan lava pijar belum berhenti. Suara dentuman dan gemuruh terdengar setiap dua menit sekali. Catatan kegempaan tremor terekam pada amplitudo 9-27 mm dengan amplitudo dominan 15 mm.  

PVMBG menetapkan aktivitas Gunung Anak Krakatau naik dari Level II atau waspada menjadi Level III atau Siaga. Oleh karena itu masyarakat dan wisatawan belum dibolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer.

"Dari tanggal 22 Desember sampai sekarang masih berkabut ya," ujar petugas pos pantau, Suwarno.  

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengalami peningkatan aktivitas sejak bulan Mei, juga membuat alat pendeteksi atau seismograf pos pantau rusak. Klimaksnya, seluruh alat sesmograf yang dipasang di Gunung Anak Krakatau mati total saat tsunami melanda. (Karlina Sinti Dewi)