Cerita Goenawan Mohamad soal PAN dan Amien Rais

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 27 Des 2018, 07:35 WIB
Diperbarui 29 Des 2018, 03:13 WIB
20150813-46 Tokoh Nasional Dapat Tanda Kehormatan dari Jokowi-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Para pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Goenawan Mohamad, Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Toeti Heraty, dan Zumrotin, membuat surat terbuka untuk Amien Rais. Mereka meminta Amien Rais mundur dari partai berlambang matahari terbit itu.

Sejatinya, lima orang tersebut akan menyampaikan keterangan pers di Galeri Cemara, Jakarta Pusat. Namun, akhirnya tak datang dan hanya memberikan surat terbuka yang diwakilkan oleh Sekretaris Albert Hasibuan, Toar.

Kepada Liputan6.com, Goenawan Mohamad membenarkan surat terbuka untuk meminta Amien Rais mundur itu. "Benar," kata Goenawan, di Jakarta, Rabu 26 Desember 2018.

Lalu, kenapa baru sekarang ini dia dan kawan-kawannya bersikap?

Menurut dia, Amien Rais tak becus merawat PAN. Ketidakmampuannya ini membuat partai yang sekarang dipimpinan Zulkifli Hasan itu, terancam tak meraih ambang batas pada Pemilu 2019 atau threshold.

"Karena melihat AR tak merawat PAN dari perpecahan dan kemerosotan. Partai ini yang didirikan dengan semangat demokratis, terancam tak mencapai threshold," kata Goenawan.

Dia menyadari, saat ini, sudah tidak menjadi bagian lagi dari PAN. Tapi, dia dan 4 kawannya tak mau lihat partai tersebut tenggelam.

"Saya sudah mundur dari PAN. Tapi sebagai orang luar, saya dan kawan-kawan prihatin jika partai ini tenggelam," ungkap Goenawan Mohamad.

 

2 of 4

Tak Tunjukkan Kontribusi ke Bangsa

Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. (Liputan6.com / Johan Tallo)

Dia menyebut, Amien Rais seharusnya merawat PAN. Ketidakmampuan Amien ini ditunjukkan oleh kontribusi PAN terhadap pembangunan di Tanah Air.

"Ia menjadikannya terisolir dan mati gagasan. Tak ada sumbangan pikiran PAN bagi masa depan Indonesia. Padahal platform PAN waktu didirikan adalah sebuah gagasan ke masa depan bangsa," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis dijelaskan, lima pendiri PAN tersebut, meminta Amien Rais, yang masih duduk sebagai petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) untuk undur diri.

Mereka menyebut, PAN didirikan oleh mereka dengan semangat reformasi yang hakiki. Sedangkan saat ini, dinilai Amien sudah tak lagi mencerminkan hal tersebut."Sudah saatnya saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis, dan menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus, serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan kemajuan negeri," tulis siaran pers Goenawan cs.

 

3 of 4

Kata PAN

Sambangi KPK, Amien Rais Temui Agus Rahardjo
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/10). Amien akan menemui Pimpinan KPK Agus Rahardjo. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Wakil Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan, Goenawan Mohamad cs adalah pendiri PAN yang sudah lama tidak aktif dan tidak punya akar di partai.

"Selain daripada itu, mereka adalah pendukung paslon yang tidak diusung oleh DPP PAN," kata Eddy melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Rabu (26/12/2018).

Eddy memilih mengabaikan desakan Amien Rais mundur yang dilayangkan GM dan kawan-kawan.

"Saya pastikan seluruh kader PAN solid dalam menjalankan instruksi ketua umum untuk memenangkan kontestasi Pemilu dan Pilpres 2019," tutur Eddy.

Dia meminta seluruh pihak di dalam tubuh PAN untuk menjaga keutuhan partai dan tidak membuat suasana keruh, sehingga timbul persepsi bahwa PAN rapuh di dalam.

"PAN tetap solid dan tidak ada perpecahan di internal partai," tegas Eddy.

Meski demikian, PAN tetap menghormati pandangan politik dan sikap GM dan kawan-kawan dalam menyampaikan keinginannya untuk meminta Amien Rais mundur dari kursi PAN.

"Kami menghormati posisi mereka yang menulis surat tersebut, tapi kita meminta mereka menghormati posisi kami di DPP PAN yang solid mendukung Pak Amien Rais," kata Eddy.

4 of 4

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓