Polri Ungkap Nama Pentolan KKB Pembantai Pekerja Trans Papua

Oleh Nafiysul Qodar pada 12 Des 2018, 18:47 WIB
Diperbarui 14 Des 2018, 00:15 WIB
Proses Evakuasi Korban Serangan KKB Papua

Liputan6.com, Jakarta - Polri telah memetakan pergerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membunuh belasan pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Diketahui, Egianus Kogoya (EK) bukan pimpinan tertinggi di kelompok Kodap III Ndugama tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, ada beberapa orang yang aktif sebagai komandan di lapangan. Kelompok tersebut dipimpin oleh seorang panglima berinisial PU.

"Salah satu pelakunya yang mengomandoi langsung di lapangan adalah EK. Di atasnya kita sudah berhasil mengidentifikasi panglimanya juga atas nama PU," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

PU diketahui ikut merestui pembantaian terhadap para pekerja proyek Trans Papua dan penyerangan pos TNI di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua awal Desember 2018. PU, kata Dedi, mendapatkan dukungan dari kaki-kaki di bawahnya yang dipimpin oleh panglima-panglima kecil.

"Kaki-kaki itu berjumlah 12 orang, termasuk PU yang saat ini masih dalam pengejaran kami," ucap dia.

KKB Kodap III Ndugama itu diidentifikasi memiliki kekuatan sekitar 50 orang dengan menguasai 25 senjata api. Mereka beroperasi di beberapa wilayah dengan dipimpin panglima-panglima kecil di bawah PU.

Dedi membeberkan inisial para pentolan KKB pimpinan PU, antara lain PL dan OW yang menguasai wilayah Mapenduma dan Kenyam. Sementara wilayah Mbua, Habema, dan Ilkema dipimpin RL. Paro, Nduga dipimpin AR.

Sedangkan EK memimpin wilayah Mugi Alguru. NT juga diketahui memimpin wilayah Habema dan Ilkema. Di Nduga yang sangat aktif diketahui berinisial BT. Sedangkan GT menguasai wilayah Kali Dumit dan Kali Min.

"Jadi sudah berhasil diidentifikasi kelompok tersebut, yaitu kelompok KKB Kodap Ndugama yang melakukan penyerangan," kata Dedi.

2 dari 3 halaman

Situasi Kondusif

Hingga saat ini, aparat gabungan dari Polri dan TNI terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.

Polri memastikan, situasi keamanan di Kabupaten Nduga, Papua berangsur kondusif pascapembantaian pekerja proyek Trans Papua tersebut.

"Keamanan sudah berhasil dikendalikan oleh aparat TNI-Polri. Meski demikian, masih dalam kontrol TNI-Polri dalam rangka menjamin situasi yang kondusif bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di wilayah Nduga," ucap Dedi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓