Anak Terlibat Penyerangan TNI, Ayah Juru Parkir Pasrah

Oleh Maria Flora pada 12 Des 2018, 15:52 WIB
Diperbarui 12 Des 2018, 15:52 WIB

Liputan6SCTV, Jakarta - Mapolsek Metro Ciracas, Jakarta Timur mulai dibersihkan usai 12 jam penyerangan ratusan massa hingga berujung pembakaran.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (12/12/2018), sisa-sisa kerusakan masih terlihat di Markas Polsek Metro Ciracas, Jalan Raya Bogor itu. Nampak pula puluhan personel Polisi Militer (PM) dan Polri yang terus berjaga di sekitar Mapolsek. 

 

Kodam Jaya menegaskan mereka akan menindak anggotanya jika terbukti melakukan perusakan dan penyerangan Mapolsek Metro Ciracas.

Sementara itu, usai penyerangan gerbang depan mapolsek ditutup triplek. Tak seorang pun warga yang diizinkan masuk kecuali puluhan petugas Petugas Penanganan Pra Sarana dan Sarana Umum (PPSU) yang membersihkan sisa-sisa kerusakan dan mengumpulkan sampah yang bertebaran di lokasi.

Pengeroyokan diduga ratusan massa tidak puas dengan penanganan polisi terhadap dua anggota TNI oleh kelompok tukang parkir di kawasan Cibubur. 

Sejumlah anggota Polri terluka dalam serangan itu. Demikian juga dengan beberapa saksi peristiwa pengeroyokan.

Selain merusak Mapolsek Ciracas, bagian dari kelompok massa yang sama juga diduga kuat merusak sebuah rumah milik Oloan Hupatea, yang anaknya diduga merupakan salah satu juru parkir yang mengeroyok dua anggota TNI di Arundina, Ciracas.

Meski ketakutan akan serangan lanjutan, Oloan Hutapea menyatakan pasrah. Dia sudah berupaya menghubungi anaknya yang kini dicari-cari ratusan orang itu. Namun, keberadaannya belum diketahui. (Galuh Garmabrata)