Pemprov DKI Akan Gelar Razia Jelang Natal dan Tahun Baru

Oleh Ika Defianti pada 10 Des 2018, 14:20 WIB
Diperbarui 10 Des 2018, 15:16 WIB
Dijaga Satpol PP, Kawasan Senen Bebas PKL

Liputan6.com, Jakarta - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov DKI Jakarta menggelar Operasi Praja Wibawa untuk meningkatkan ketertiban umum dan ketenteraman.

Operasi Praja Wibawa rencananya digelar selama 10 hari mulai Senin (10/12/2018) sampai 21 Desember 2018. Operasi jelang Natal dan Tahun Baru ini lebih pada pengawasan dan penegakan aturan ketertiban umum.

Operasi ditujukan seperti halnya pelanggaran terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertib, parkir liar, peredaran minuman beralkohol tanpa izin hingga razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan agar semua jajarannya dapat menindak tegas dalam menjalankan tugasnya. Akan tetapi, tidak bertindak kasar dan berdasarkan aturan yang ada.

Tak hanya itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengimbau agar Satpol PP ketika melaksanakan tugasnya dapat membangun kesadaran kepada masyarakat. Sehingga dapat mematuhi aturan yang ada.

"Petugas harus memiliki ketegasan dan tidak boleh ragu mengambil keputusan, keputusan diambil dengan lugas. Ketegasan tak berarti bengis," ucap Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Selain Satpol PP dan anggota Dinas Perhubungan yang berjumlah 100 personel, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 75 anggota TNI, 100 polisi, serta 150 personel Satuan Tugas Kewilayahan dari masing-masing wilayah kota di Jakarta.

2 of 2

Polri Jaga Tempat Ibadah

Polisi Bersenjata Lengkap Jaga Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta
Suasana pengamanan di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (30/3). Pengamanan di Gereja Katedral ini dilakukan oleh personel gabungan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Polri telah memetakan potensi kerawanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengamanan jelang Nataru akan difokuskan di tempat-tempat ibadah hingga lokasi wisata.

"Ancaman potensi yang akan terjadi pada akhir tahun sudah diantisipasi oleh anggota Polri, baik tempat ibadah, tempat keramaian, dan tempat wisata. Semuanya masuk dalam pantauan pengamanan dari aparat kepolisian dibantu TNI, Kemenhub dan Pemda," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

Kepolisian tidak menargetkan gereja tertentu sebagai fokus utama pengamanan saat perayaan Natal. Polisi memastikan, semua tempat ibadah umat kristiani mendapatkan porsi pengamanan maksimal.

"Semua tempat ibadah kita lakukan pengamanan secara maksimal dalam rangka menjamin saudara kita umat kristiani menjalankan ibadah dengan damai dan aman," kata Dedi.

Namun Jenderal bintang satu itu belum bisa memastikan berapa jumlah personel Polri yang disiagakan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. Dalam waktu dekat ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mengumpulkan seluruh kapolda untuk persiapan pengamanan.

Selain ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memastikan liburan Natal dan Tahun Baru berjalan lancar. Salah satunya memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok aman.

"Untuk memastikan bahwa di bulan Desember itu ketersedian harga kebutuhan pokok semuanya tersedia dan harganya terjangkau masyarakat. Kedua ketersediaan masalah BBM bagi masyarakat terjamin, BBM stoknya bagus dan aman," ucap Dedi.

"Kemudian dari sisi perhubungan dan lalu lintas kenyamanan seluruh masyarakat dalam rangka melaksanakan aktivitas di Natal dan Tahun Baru semuanya dapat terjamin dan aman,"Dedi memungkasi.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by