20 Orang Tewas Ditembak KKB Papua, Sandiaga: Kami Prihatin

Oleh Liputan6.com pada 05 Des 2018, 20:52 WIB
Diperbarui 07 Des 2018, 18:13 WIB
Dana Kampanye Prabowo-Sandiaga

Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno mengecam aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan 19 orang pekerja pembangunan jembatan Trans Papua, dan satu anggota TNI, di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Pertama-tama, kami prihatin dan turut belasungkawa. Kami mengecam, mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok kriminal bersenjata tersebut," kata Sandiaga, usai meresmikan Rumah Pemenangan Prabowo Sandi di Kawasan Permata Jingga Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (5/12/2018).

Pihaknya berharap para aparat bisa segara mengusut tuntas kejadian tersebut. Satu hal penting yang menjadi catatannya, perlu adanya jaminan keselamatan terhadap para pekerja Indonesia.

"Kita perlu menghadirkan keselamatan para pekerja kita. Karena sudah sulit untuk mencari lapangan pekerjaan, jangan sampai mereka harus kehilangan nyawa dalam tugas untuk membangun negeri," ujar Sandiaga, seperti dilansir Antara, Rabu (5/12/2018).

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menugaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Pol) Ari Dono untuk menangani kejahatan yang menewaskan belasan pekerja proyek Trans Papua tersebut.

2 dari 2 halaman

Jokowi Minta Tangkap Pelaku

Jokowi Bertemu Masyarakat Kreatif Bandung
Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo berdiskusi dengan masyarakat kreatif Bandung di Simpul Space, BandungSabtu (10/11). Jokowi berdialog dengan masyarakat kreatif Bandung dalam upaya mengembangkan ekonomi digital. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jokowi langsung memerintahkan TNI dan Polri mengejar dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam penembakan tersebut.

Berdasarkan keterangan Penyerangan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, penembakan oleh KKB di sekitar Kali Yigi, dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua telah menewaskan 19 pekerja PT Istaka Karya, pada Minggu, 2 Desember 2018.

Sehari setelahnya, kelompok kriminal bersenjata tersebut dilaporkan telah menyerang Pos TNI Mbua di Kabupaten Nduga. Satu anggota TNI dari Yonif 755 Kostrad dilaporkan gugur akibat serangan tersebut.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓