TNI Evakuasi Jenazah Prajurit Tewas Ditembak Kriminal Bersenjata Papua

Oleh Liputan6.com pada 05 Des 2018, 13:42 WIB
Diperbarui 05 Des 2018, 15:19 WIB
Banner Infografis Penembakan 31 Pekerja di Papua

Liputan6.com, Jakarta - Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, pihaknya telah berhasil mengevakuasi satu anggota TNI yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Seperatis Bersenjata (KKSB) Papua. Satu orang yang tewas itu atas nama Serda Handoko.

"Jenazah prajurit TNI yang gugur atas nama almarhum Serda Handoko dan satu orang prajurit yang menderita luka tembak telah berhasil dievakuasi ke Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, dengan menggunakan Heli TNI AD sekira pkl 11.55," kata Sianturi dalam pesan tertulisnya, Rabu (5/12/2018).

Dia pun menjelaskan, jenazah Handoko telah diautopsi oleh dokter dari tim medis Angkatan Darat.

"Ditemukan adanya luka tembak di bagian punggung," ujar dia.

Saat ini, jenazah Handoko telah disemayamkan di Pos Kodim Kenyam, Kabupaten Nduga.

"Rencana sore ini jenazah akan diterbangkan menuju Timika, Papua, untuk diserahkan kepada satuan Brigif 20," ungkap dia.

2 of 2

19 Pekerja Tewas

Sebelumnya, Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyampaikan, 12 pekerja proyek jembatan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, yang diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berhasil dievakuasi. Dari keterangan korban, dipastikan 19 pekerja lainnya tewas.

"Menurut keterangan saudara JA, jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng Bukit Puncak Kabo adalah 19 orang," tutur Aidi dalam keterangannya, Rabu (5/12/2018).

Korban selamat berhasil dievakuasi pada Selasa, 4 Desember 2018 sekitar pukul 17.45 WIT. Mereka terdiri atas empat orang karyawan PT Istaka Karya, enam orang petugas Puskesmas Mbua, dan dua orang guru SMP Mbua.

"Menggunakan helikopter milik TNI AD. Di antara mereka terdapat tiga orang karyawan PT Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKB. Saat ini sedang dievakuasi ke RSUD Wamena," ucap dia.

Informasi pembantaian pekerja proyek Trans Papua itu sendiri diterima TNI Polri dari laporan seorang pendeta di Gereja Distrik Yigi menggunakan saluran Radio SSB pada Senin, 3 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT.

"Selasa, 4 Desember 2018 pukul 07.00 WIT, Satgas Gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban," Aidi menandaskan.

Reporter: Nur Habibie 

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓