PUPR: Penembakan 31 Pekerja Trans Papua Tak Surutkan Semangat Pembangunan

Oleh Andry Haryanto pada 04 Des 2018, 11:35 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konstruksi ruas Tol Salatiga-Kartasura yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo, ditargetkan rampung pada November 2018. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan, teror penembakan 31 pekerja yang tengah membangun jembatan di proyek Trans Papua, Nduga-Wamena, tidak menyurutkan pihaknya menyelesaikan pembangunan di provinsi paling timur Indonesia ini.

"Ini tidak menyurutkan semangat. (Proyek) akan jalan terus," tegas Basuki di Kementerian PUPR, Selasa (4/12/2018).

Menurut Basuki, warga di sepanjang Trans Papua menunggu proyek yang diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini.

"Ini (Trans Papua) sangat ditunggu-tunggu warga. Warganya di sepanjang Trans Papua tidak ada yang menolak. Ini dilakukan kelompok kriminal bersenjata," kata Basuki.

Terkait dengan jumlah korban, Basuki masih belum terkonfirmasi apakah berjumlah 28 atau 31 orang. Basuki masih menunggu Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk mengevakuasi korban di Nduga.

Direktur Utama PT Istaka, Sigit Inarto, sebagai salah satu kontraktor pembangunan Trans Papua mengatakan, pihaknya masih belum mengonfirmasi jumlah orang yang menjadi korban penembakan KKB.

"Total pekerja di dua lokasi ada 28. Namun, ada dua kabarnya yang berhasil kabur dan delapan orang diamankan di rumah pendeta," kata Sigit.

2 of 3

Kirim Pasukan

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menkumham, Yasonna H Laoly di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menkumham, Yasonna H Laoly di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Sementara itu, TNI mengirim 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 130 personel menuju lokasi pembunuhan 31 pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Meski bergegas melakukan pemeriksaan pada Selasa pagi ini, personel terkendala akses jalan menuju lokasi.

"Daerah tersebut agak sulit dijangkau. Kalau dari Kabupaten Wamena, masih harus ke Distrik 2, itu masih empat jam naik kendaraan," tutur Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (4/12/2018) pagi.

Sementara, ucap Dax, dari distrik kedua ke Distrik Yigi masih harus ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Terlebih, kondisi jalan yang rusak membuat tim harus lebih berhati-hati.

"Informasi sulit didapat, makanya kita harus cek ke sana dan paling kita tunggu lewat radio. Tidak melalui ponsel karena sinyal enggak ada," jelas dia.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓