BPJS Ketenagakerjaan Ajak CFO Club Indonesia Peduli Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Oleh Liputan6.com pada 01 Des 2018, 15:24 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Ajak CFO Club Indonesia Peduli Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Liputan6.com, Jakarta BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder untuk mewujudkan universal coverage bagi seluruh pekerja di Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh kali ini dengan menyajikan paparan komprehensif tentang program-program BPJS Ketenagakerjaan kepada kurang lebih 120 Direktur Keuangan dan Head of Finance yang tergabung dalam CFO Club Indonesia bertajuk CFO Gathering dan Sharing Session pada Jumat (30/12) di Hotel Four Season, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini bertujuan sebagai harmonisasi eksistensi BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan kepesertaan penuh bagi seluruh pekerja di Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial di Indonesia.

Hadir pada Acara pembukaan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Bapak Agus Susanto yang dalam sambutannya mengatakan bahwa CFO Gathering dan Sharing Session ini sekaligus bertujuan untuk mendapatkan masukan dan menyamakan persepsi terhadap pemahaman ketentuan atau regulasi terbaru dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai pelaksana Undang-Undang serta manfaat maksimal yang didapat oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Peserta pada kegiatan ini juga merupakan para Direktur Keuangan yang merupakan pemegang keputusan strategis dan financial controller mempunyai kewajiban untuk memastikan kepatuhan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk kesejahteraan pegawai," ujar Agus.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Evi Afiatin menyampaikan,

“Kami mendorong agar stakeholder mendapatkan informasi manfaat program termasuk pengembangan dana yang kami berikan untuk peserta JHT. Selanjutnya Evi berharap dengan paparan ini akan mendorong perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya sesuai dengan kondisi sesungguhnya baik itu jumlah upah yang diterima masing-masing karyawan, jumlah tenaga kerja yang bekerja pada institusinya hingga pendaftaran pada semua program yang dimiliki BPJS Ketengakerjaan, dan membayarkan iuran tepat waktu, sehingga para pekerja dapat menerima sesuai dengan hak-haknya,” ujar Evi.

Masih dalam rangkaian kegiatan CFO Gathering ini, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan pula kegiatan sharing session Outlook Ekonomi Indonesia Tahun 2019 dengan Keynote Speaker oleh Soerjono, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri; dan narasumber dari Kementerian PPN/ Bappenas; Amalia Adininggar Widyasanti, Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, Asisten Perekonomian dan Keuangan. Pemprov DKI Jakarta dan senior ekonom Anton Hermanto Gunawan.

Sampai dengan posisi Oktober, BPJS Ketenagakerjaan telah mengelola jumlah peserta terdaftar sebanyak 49jt , dan peserta aktif 29jt, sementara pada sektor penerimaan iuran BPJS Ketenagakerjaan meraih capaian 52,5T. Disamping itu BPJS Ketenagakerjaan juga telah membayarkan klaim jaminan untuk semua program sejumlah 20T. Sedang dari sisi pengelolaan dana, total dana kelolaan telah mencapai Rp345T dengan hasil investasi sebesar Rp23T.

 

(*)