Kontemplasi 212 Setuju Menunda Aksi Tandingan Minggu Besok

Oleh Liputan6.com pada 01 Des 2018, 07:22 WIB
Diperbarui 02 Des 2018, 10:14 WIB
Eks Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera (Merdeka.com/Ahda Bayhaqi)

Liputan6.com, Jakarta - Kontemplasi 212 akhirnya menyetujui permintaan dari Polda Metro Jaya untuk menunda aksi tandingan Reuni Akbar 212, yang akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Hal ini disampaikan penggagas Kontemplasi 212, Kapitra Ampera.

"Kalau seperti itu, terpaksa kita harus setuju. Karena kalau aparat sudah mengeluarkan saran seperti itu, tentu harus menjadi prioritas. Terlebih sudah ada analisa intelijen dan sebagainya," kata Kapitra Ampera saat dihubungi, Jumat (30/11/2018).

Meski mengikuti saran polisi, Kapitra mengaku akan tetep melakukan aksi serupa. Namun, hal itu tengah dipelajari pihaknya.

"Kami sedang mendiskusikan serta mempelajari jadwal kampanye dari KPU biar tidak dipahami sebagai aksi politik," katanya.

Atas ditundanya kegiatan itu, Kapitra mengapresiasi saran dari kepolisian. Bahkan, dirinya berharap Reuni Akbar 212 tersebut berjalan damai sebagai representasi kedamaian Islam.

"Saya juga tak ingin ada bentrok, kita ingin menunjukkan kedamaian Islam. Tapi kita tidak tahu kalau ada yang menyusup dan lainnya. Itu domain intelijen," pungkas Kapitra.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 of 2

Polisi Minta Ditunda

Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya mengaku telah menerima surat akan adanya aksi tandingan Reuni Akbar 212 dengan nama acara Kontemplasi 212. Acara yang dikomandani Kapitra Ampera itu akan digelar bersamaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

"Memang ada surat masuk, ada pemberitahuan. Acara yang diinisiasi oleh Pak Kapitra yang berkaitan dengan hal yang sama dan di tempat yang sama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (30/11/2018).

Pihak intelijen menyarankan agar aksi tersebut ditunda.

"Kita menyarankan untuk ditunda. Setelah intelijen ada pemberitahuan, yang akan melihat seperti apa. Dari intelijen menyarankan kepada panitia untuk ditunda pelaksanaannya," jelas Argo.

Lanjutkan Membaca ↓