Apkasi Salurkan Bantuan Rp 3,1 Miliar ke Daerah Bencana

Oleh Muhammad Ali pada 30 Nov 2018, 15:28 WIB
Diperbarui 30 Nov 2018, 15:28 WIB
Apkasi

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyalurkan bantuan bencana alam di Lombok dan Sulteng. Bantuan itu terkumpul dari seluruh anggota Apkasi.

Bantuan diserahkan secara simbolis di Kantor Sekretariat Apkasi, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Donasi untuk Donggala diserahkan oleh Hasto Wardoyo (Bupati Kulon Progo) sebesar Rp 146.619.900 dan kedua dari Pemerintah Kabupaten Bogor diserahkan oleh Nurhayanti (Bupati Bogor) sebesar Rp.500.000.000.

Selain itu, juga bantuan Rp 2,5 miliar untuk renovasi masjid di Kabupaten Lombok Utara. Bantuan itu diserahkan Ketua Umum Apkasi, Mardani H Maming atas nama PT Batulicin 69.

Sebelumnya, hampir selama dua bulan Apkasi bekerja sama dengan Pemkab Tanah Bumbu mendirikan posko dan dapur umum di Kabupaten Sigi yang melayani 6 ribu hingga 7 ribu paket makanan setiap harinya.

Selain agenda penyerahan bantuan sosial, Apkasi juga memanfaatkan momen itu untuk melakukan pergantian pengurus antar waku. Yakni menunjuk Najmul Akhyar, Bupati Lombok Utara selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) menggantikan pejabat lama yang tersandung masalah hukum.

“Pergantian ini sangat penting bagi roda organisasi, agar Apkasi bisa segera berjalan kembali, dan diperlukan pejabat yang bisa bergerak cepat. Mengingat saya sendiri sebenarnya sudah harus pensiun karena sudah mundur dari jabatan bupati sejak Juli lalu,” ujar Mardani dalam keterangannya, Jumat (30/11/2018).

Mardani lantas menitipkan tugas agar Sekjen yang baru ini nanti lebih aktif memperjuangkan kepentingan anggota terutama soal memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai kepala daerah.

“Dulu kita ini menjabat bupati ada rasa kebanggaan tersendiri, sekarang kondisinya berubah menjadi tidak nyaman. Tidak ada lagi rasa saling mengayomi di antara komponen bangsa ini, malah saling mencurigai dan hidup ini rasanya penuh was-was tiap harinya,” keluh Mardani.

Sementara Najmul Akhyar mengaku telah menyiapkan diri untuk mengemban amanah menjadi Sekjen Apkasi. Dia mengaku terkejut mendapat kepercayaan ini.

“Karena ini memang cukup berat bagi saya, namun setelah saya diskusi dan mempertimbangkan dengan seksama, mungkin ini nanti akan ada hikmahnya. Saya menerima jabatan ini karena percaya Apkasi ini besar bukan karena Superman, tapi insya Allah karena Super Team," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Berikan Manfaat

apkasi
Najmul Akhyar tengah berbincang santai dengan Ketua Umum Apkasi, Mardani dan Ryaas Rasyid. (Liputan6.com/Muhammad Ali)

Ia berharap amanah ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sementara itu Penasihat Khusus Apkasi, Ryaas Rasyid menegaskan, hal yang dilakukan Apkasi telah menunjukkan kepeduliannya terhadap situasi umum yang dihadapi bangsa Indonesia.

Menghadapi situasi yang berkembang, Ryaas Rasyid memberikan semangat dan motivasi kepada para bupati agar terus bekerja keras dan memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

“Kekuasan itu harus dipandang sebagai suatu kesempatan emas bagi para kepala daerah untuk berbuat kebaikan. Gunakan kekuasaan dengan sebaik-baiknya, jangan takut berinovasi hanya karena banyak kasus para bupati yang tersandung masalah hukum,” imbuh dia.

Namun begitu, Ryaas Rasyid mengakui bagi orang pemerintahan perlu kejelasan, apa yang boleh dilakukan dan yang terlarang.

“Saya melihat aturan tentang otonomi daerah yang sekarang ini belum final, masih perlu perbaikan di sana-sini," kata dia.

Ryaas Rasyid menilai tidak fair membebani bupati yang mengelola uang triliunan rupiah dan geografis wilayah yang sangat luas serta menghadapi langsung banyak persoalan warganya di lapangan dengan kewenangan dan konpensasi yang sangat sedikit seperti sekarang ini.

"Kalau mau menjalankan pemerintahan yang baik itu harus menyeimbangkan antara tanggungjawab dan kompensasinya,” tukasnya.

Dia menambahkan, dengan kompensasi dan wewenang yang memadai, akan membuat kepala daerah tenang dan nyaman dalam bekerja. Bukan seperti sekarang, kata Ryaas Rasyid, disuruh berpikir sendiri bagaimana menjalankan tugasnya.

"Kalau salah langkah sedikit saja, jeratan hukum sudah menghadang di depannya," ucap dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait