Yenny Wahid Nilai PMP Perlu Masuk Kurikulum

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 30 Nov 2018, 06:25 WIB
Diperbarui 30 Nov 2018, 06:25 WIB
Yenny Wahid menjadi pembicara dalam simposium internasional di Tokyo, Jepang
Perbesar
Yenny Wahid menjadi pembicara dalam simposium internasional di Tokyo, Jepang (dok: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menanggapi wacana dihidupkannya kembali Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Menurut putri mendiang Gus Dur ini, PMP dirasa perlu dimunculkan untuk menguatkan napas Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

"Karena kebutuhan kita sekarang, dunia global arus informasi yang luas karena kalau anak tidak dipupuk (pendidikan Pancasila) fondasi sikapnya, fundamentalnya tidak dikuatkan, maka kemudian dia tidak siap hadapi situasi," kata Yenny di Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Yenny menilai, Pancasila di mata dunia adalah ciri yang menggambarkan Indonesia secara utuh. Sebagai ideologi berbangsa, Pancasila secara utuh memunculkan semua aspek kehidupan, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan dan keadilan.

"Orang dari luar itu kagum, itu memuji Indonesia karena punya ideologi Pancasila. Kita jadikan landaskap hidup kita,sudah pas banget, jangan sia-siakan," jelas Yenny.

Yenny berharap, bila PMP kembali masuk dalam kurikulum pendidikan, para generasi penerus bangsa sedari dini bisa mengamalkan tiap sila-sila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Paling penting anak ngerti, bisa ngamalkan dalam kebutuhan sehari-hari. Artinya keadilan sosial bagi anak itu apa? kemanusiaan itu apa? Jadi si anak harus memperlakukan tetangganya seperti apa. Nah yang gitu-gitu yang harus diajarkan sama anak-anak," kata Yenny Wahid.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menghidupkan kembali mata pelajaran PMP. Rencana itu muncul setelah maraknya isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang belakangan mencuat.

2 dari 3 halaman

Redam Isu PKI

Untuk meredam isu PKI ini, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Supriano berencana menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

"Ya nanti kita ada rencana mengubah kembali ke PMP. Ini sedang dibuat pendidikan moral Pancasila. PMP kita akan kembalikan lagi. Karena ini banyak yang harus dihidupkan kembali," ucap Supriano di kantornya, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Dia menegaskan, dengan menghidupkan nilai-nilai Pancasila, baik guru maupun anak didik akan mengingat kembali betapa luar biasanya Pancasila.

"Bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita. Itu mungkin yang akan kita lakukan," jelas Supriano.

Namun saat ini, kata dia, kapan dimulai dan jenis metodenya masih dibahas.

"Ini masih dibahas. Kita akan bahas," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait