KNKT Akan Rekonstruksi Jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP di Pabrik Boeing

Oleh Liputan6.com pada 29 Nov 2018, 08:38 WIB
Diperbarui 30 Nov 2018, 12:14 WIB
Penampakan Mesin Turbin Pesawat Lion Air JT 610

Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan meneruskan investigasi terhadap Lion Air PK-LQP selama 12 bulan untuk mencari penyebab kecelakaan. Kemudian pihaknya juga akan berkoordinasi dengan National Transportation Safety Board Amerika (ATSB) sebagai negara tempat pesawat dibuat dan dirancang serta Transport Safety Investigation Bureu (TSIB) Singapura.

"KNKT masih melakukan pencarian black box, hanya saya membutuhkan kapal tanpa jangkar, alat sedot lumpur yang mungkin akan terlihat. Dan alat untuk cran yang lebih besar, alat selam yang lebih lama dalam air serta penyelam yang lebih banyak," kata Nurcahyo di kantornya saat konferensi pers soal kecelakaan penerbangan Pesawat Lion Air PK-LQP, Rabu 28 November 2018.

Dia menjelaskan pihak KNKT terus berkoordinasi dengan Singapura untuk membantu mencari black box. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan rekonstruksi penerbangan di pabrik boeing di Seattle, Amerika Serikat.

"Investigasi akan merencanakan melakukan rekonstruksi penerbangan yang mengalami kecelakaan di enginering simulator fasilitas yang dimiliki oleh Boeing sebagai pabrik pembuat pesawat. Ada beberapa hal yang akan dilakukan, salah satunya adalah merekonstruksi kecelakaan ini berdasarkan data FDR," ungkap Nurcahyo.

Nurcahyo juga menjelaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan di Florida di mana angle of attack (AoA) sensor yang terpasang di pesawat sempat diperbaiki fasilitas di Florida.

"Jadi KNKT juga akan melakukan pemeriksaan mengenai fasilitas yang di Florida ini, apa yang dilakukan, apa kerusakan yang dialami, bagaimana perbaikan dan hasil tes yang dilakukan terhadap AoA sensor yang terpasang di pesawat," papar Nurcahyo.

2 of 3

Dapat Data Black Box

Lalu KNKT telah mendapatkan data black box yang diambil dari sara quick access recorder oleh Lion Air dari sejak pesawat tersebut dikirim dari boeing ke Lion. Kemudian dia menjelaskan total jumlah penerbangan lebih kurang 385 penerbangan.

"Ini yang akan kita evaluasi apakah dalam penerbangan ini juga mengalami gangguan seperti penerbangan yang tercatat di dalam FDR," papar Nurcahyo.

Dia menjelaskan investigasi akan terus dilakukan karena hasilnya akan digunakan untuk perbaikan dan keselamatan agar tidak terulang kembali.

"Maka KNKT akan segera memberitahukan pihak terkait tetang isu keselamatan untuk dilakukan perbaikan," ungkap Nurcahyo.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by