Jokowi Sayangkan Penembakan di Madura Terjadi karena Perbedaan Sikap Politik

Oleh Rita Ayuningtyas pada 29 Nov 2018, 08:14 WIB
Diperbarui 29 Nov 2018, 09:28 WIB

Liputan6.com, Solo - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sangat menyayangkan terjadinya kasus penembakan di Sampang, Madura. Terlebih peristiwa itu terjadi karena adanya perbedaan sikap politik pada Pilpres 2019.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (29/11/2018), Presiden Jokowi berharap masyarakat bisa bersikap dewasa dan menghormati perbedaan politik masing-masing. Jangan sampai karena perbedaan antartetangga dan warga menjadi bermusuhan dan tidak saling sapa.

Beberapa hari lalu, seorang warga Sampang bernama Subaidi tewas ditembak oleh Idris. Sebelumnya, mereka saling berbalas pesan di media sosial terkait pilihan politiknya masing-masing. Begitu bertemu di jalan, keduanya berseteru hingga akhirnya seorang di antara mereka tewas ditembak.

"Selalu saya sampaikan, jangan sampai kalau karena berbeda pilihan tidak saling menyapa apalagi sampai membunuh, itu tidak benar," ujar Presiden RI Joko Widodo. (Muhammad Gustirha Yunas)