JK: Rencana Hidupkan Lagi PMP di Kurikulum Harus Dievaluasi

Oleh Liputan6.com pada 27 Nov 2018, 20:30 WIB
Diperbarui 27 Nov 2018, 20:30 WIB
Wapres Jusuf Kalla Buka Pameran Alutsista Indo Defence 2018
Perbesar
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi sambutan saat membuka pameran Indo Defence 2018 di JiExpo and Forum, di Kemayoran, Jakarta Rabu (7/11). Pameran ini digelar selama empat hari dari tanggal 7-10 November 2018. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai, rencana tersebut harus dievalusi secara matang.

"Harus dievaluasi. Caranya bagaimana boleh tentu dia diberikan pelajaran langsung orang semua," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (27/11/2018).

JK mengatakan di sekolah tidak perlu ditambah mata pelajaran PMP. Sebab menurut dia jika ditambah, masyarakat akan bingung.

Dia pun mengatakan, seharusnya bukan hanya PMP tidak hanya dimasukkan ke dalam kurikulum, tetapi guru dan orangtua perlu memberikan contoh untuk melaksanakan pancasila. Sebab tidak hanya memberikan pelajaran di sekolah, tetapi seluruh pihak juga harus memberikan sikap pelaksanaan pancasila.

"Keadilan itu begini, Ke-Tuhanan yang Maha Esa itu begini, tidak hanya dengan memasukkan kurikulum seakan akan semua beres," papar JK.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Rencana itu muncul setelah maraknya isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang belakangan mencuat.

2 dari 3 halaman

PMP Akan Dihidupkan

Isu Partai Komunis Indonesia kembali mencuat di tahun politik, bahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi jadi sasaran hoaks isu PKI.

Untuk meredam isu PKI ini, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Supriano berencana menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

"Ya nanti kita ada rencana mengubah kembali ke PMP. Ini sedang dibuat pendidikan moral Pancasila. PMP kita akan kembalikan lagi. Karena ini banyak yang harus dihidupkan kembali," ucap Supriano di kantornya, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Dia menegaskan, dengan menghidupkan nilai-nilai Pancasila. Baik guru maupun anak didik akan mengingat kembali betapa luar biasanya Pancasila.

"Bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita. Itu mungkin yang akan kita lakukan," jelas Supriano.

Namun saat ini, kata dia, kapan dimulai dan jenis metodenya masih dibahas.

"Ini masih dibahas. Kita akan bahas," pungkasnya.

 

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓