3 Fakta Pilu Bocah Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

Oleh Maria Flora pada 18 Nov 2018, 10:09 WIB
Diperbarui 18 Nov 2018, 10:09 WIB
Raut Wajah Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi
Perbesar
Polisi mengawal tersangka pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi saat gelar perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11). Tersangka HS melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga dengan menggunakan linggis. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Kini pasal pencurian dan pembunuhan berencana disangkakan kepada pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora (HS). Pemuda pengangguran berusia 23 tahun ini juga terancam hukuman mati.

"Tindak pidana yang terjadi, yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan mengakibatkan kematian, Pasal 365 KUHP ayat 3, 340 KUHP, dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat.

Sebelumnya diberitakan, tersangka yang tak lain adalah sepupu salah satu korban mendatangi rumahnya, sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah seluruh penghuni tertidur lelap, HS mulai bunuh satu persatu keluarga tersebut.

Dimulai dengan mendatangi kamar pasutri Gaban Nainggolan (38) dan Maya Boru Ambarita (37). Untuk menghabisi keduanya dia memakai linggis.

Untuk menghilangkan jejak, HS yang pernah bekerja di sebuah PT daerah Cikarang ini membuang alat untuk bunuh satu keluarga tersebut ke Sungai Kalimalang.

"Mudah-mudahan benar ya di sini. Kan dari pengakuan tersangka di sini (dibuang linggis tersebut)," kata Kepala Urusan Perencanaan Ditpolair Polda Metro Jaya, IPTU Ketut Suastika.

Sementara itu, perlakuan HS kepada dua anak para korban hingga tewas juga membuat hati miris. Apa sajakah itu?

2 dari 4 halaman

1. Dicekik

Raut Wajah Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi
Perbesar
Polisi membawa tersangka pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi saat gelar perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11). Tersangka berinisial HS masih memiliki hubungan saudara dengan korban. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Selain Gaban Nainggolan (38) dan Maya Boru Ambarita, HS juga membunuh kedua anaknya. Masing-masing bernama Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) yang tak lain masih keponakannya sendiri.

Sebelum menghabisi keempatnya, HS sempat datang bertamu ke rumah korban, pukul 21.00 WIB. Kemudian dia datang kembali pukul 23.00 WIB disaat seluruh penghuni rumah terlelap.

Korban pertama adalah Gaban dan istrinya Maya. Mereka dibunuh dengan linggis saat keduanya sedang tidur.

"Berdasarkan keterangan yang ada dan hasil di lokasi, linggis itu ada dua (bentuk sudut), tajam dan timpul. Tajam bisa untuk menikam, tumpul untuk memukul. Bisa bisa jadi dua-duanya itu digunakan untuk membunuh," tutur Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat.

Sedangkan dua ponakannya meregang nyawa dengan cara dicekik. Hasil sementara autopsi kepada korban anak, polisi mengindikasi kematian dengan cara dicekik oleh pelaku. Namun hal ini masih didalami lagi.

 

3 dari 4 halaman

2. Alasan Pelaku Bunuh Anak Korban

Raut Wajah Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi
Perbesar
Polisi mengawal tersangka pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi saat gelar perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11). Tersangka HS mengaku telah melakukan pembunuhan tersebut. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya di tempat tidur, kedua bocah yang menjadi korban omnya sendiri itu sempat terbangun kala mendengar rintihan ayah dan ibu mereka.

"Anaknya itu terbangun kemudian pelaku nyusul ke kamar (anaknya) lalu menidurkan kemudian mencekik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Takut aksinya dilaporkan, dua bocah tak berdosa itu juga dihabisi secara keji.

4 dari 4 halaman

3. Sempat Dininabobokan

TKP Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Perbesar
TKP Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Tersangka Haris sempat meninabobokan kedua ponakannya kembali usai terbangun saat mendengar jeritan kedua orantuanya. Sarah dan Arya Nainggolan juga bertanya ada apa gerangan dengan mama papanya.

"Mama dan papa kenapa om?" tanya anak korban kala terbangun di malam pembunuhan satu keluarga itu terjadi".

Dijawab pelaku, mama tak apa-apa hanya sakit saja. mama hanya sakit saja. Lalu menyuruh kedua anak korban untuk tidur, setelah tidur dicekik hingga tewas.

Pelaku lalu kabur ke Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat menggunakan bus umum.

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓