Jurus Tangkis PDIP Diterpa Isu Partai Komunis Setiap Jelang Pemilu

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 17 Nov 2018, 14:10 WIB
Diperbarui 17 Nov 2018, 15:18 WIB
Djarot Saiful Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Isu tidak sedap selalu berhembus dan menerpa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP jelang Pemilu 2019. Partai dengan lambang banteng moncong putih ini selalu dikaitkan sebagai partai yang berafiliasi dengan paham komunisme.

Seperti dituturkan Ketua Ranting PDIP Karangrahayu Bekasi, Supriatna, yang menyebut pihaknya kerap dituduh bagian dari kader partai yang menganut paham komunisme.

"Di sini isunya PDIP disebut partai setan, partai PKI. Bagaimana caranya pusat (DPP) menepis berita yang beredar di masyarakat?" tanya Supriatna kepada para pengurus DPP PDIP yang hadir, di kantor DPC Bekasi, Cikarang, Sabtu (17/11/2018).

Mendengar hal itu, Ketua DPP PDIP bidang Keorganisasian, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan bahwa PKI seperti yang dituduhkan orang atau kelompok tertentu itu sudah bubar. Bahkan Djarot menyebut isu PDIP adalah PKI kerap muncul setiap menjelang Pemilu.

"Menjelang Pemilu isu ini selalu muncul. Tau enggak sih yang ngomong PKI apa? PKI itu Partai Komunis Indonesia yang sudah dibubarkan Tahun '65. Komunisme sudah dilarang. PDIP sejarahnya berasal dari Partai Nasional Indonesia, ideologinya Pancasila. Pancasila inilah yang melawan komunisme," ucap Djarot.

Tidak hanya menyasar organisasi, isu tersebut juga ditargetkan kepada kader-kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.

"Pak Jokowi aja dikira PKI. Padahal lahirnya 1961. Ini PDIP harus berani ngomong bahwa PDIP ideologinya Pancasila. Tidak benar bahwa PDIP identik dengan PKI. PKI sudah dikubur," kata Djarot.

Terkait tudingan PDIP yang juga dituduh partai anti-Islam, Djarot kembali menepis tudingan tersebut. Menurutnya hal tersebut salah besar.

"Nasionalisme selalu bergandengan dengan Islam. Maka seorang nasionalis otomatis seorang Islam yang baik, muslim yang baik. Muslim yang baik adalah muslim yang cinta kepada tanah air. Bekerja untuk tanah airnya, berbakti di tanah airnya, membantu bangsa dan negaranya," jelas Djarot.

"PDIP adalah partai nasional. Kita semua nasionalis. Orang yang nasionalis adalah orang yang beragama. Jadi jangan takut. Rakyat sudah mulai pintar, rakyat sudah cerdas bisa membedakan itu," dia memungkasi.

2 of 2

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓