Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi Dikenal Suka Kasih Utang Tetangga

Oleh Nanda Perdana Putra pada 14 Nov 2018, 12:27 WIB
Diperbarui 14 Nov 2018, 12:27 WIB
TKP pembunuhan satu keluarga di Bekasi (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Perbesar
TKP pembunuhan satu keluarga di Bekasi (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Korban pembunuhan sekeluarga di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat dikenal baik oleh para tetangga. Warga yang belanja di warungnya pun sering dibebaskan mengambil barang meski tidak langsung membayar alias ngutang.

Salah satu warga bernama Lita menyampaikan, sehari sebelum pembunuhan itu terjadi, dirinya masih berbincang dengan almarhum pemilik warung.

"Kalau ke warung suka disuruh ambil sendiri aja, kalau dia lagi sibuk," tutur Lita di sekitaran lokasi, Rabu (14/11/2018).

Lita mengaku masih berutang Rp 5 ribu kepada korban. Dia mengambil dua kotak sabun mandi batangan dan belum membayar.

"Nggak bisa tidur semalaman saya mikirin masih ngutang. Padahal mau bayar sorenya, tapi pagi dapat kabar katanya dibunuh. Saya sampai teriak di sini (jalanan) nggak percaya," jelas dia.

Warga lainnya, Evan juga mengiyakan kebiasaan baik korban. Dirinya pernah beberapa kali berutang pulsa. Bahkan terkadang digratiskan dengan alasan sang korban pembunuhan punya banyak bonus telepon. "Ditanya mau telepon siapa. Keluarga? Nih pakai pulsa ada bonusnya," kata Evan.

 

2 dari 2 halaman

Akibat Luka Senjata Tajam

Tim Labfor
Perbesar
Tim Labfor melakukan olah TKP pembunuhan keluarga di Bekasi. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Kepala Instalasi Forensik Polri Kombes Pol Edi Purnomo mengatakan, pihaknya sudah selesai mengautopsi empat jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Hasil dari autopsi menunjukkan korban terkena senjata tajam.

"Hasil pemeriksaan ini sudah (pembunuhan) iya lah, senjata tajam. Ada banyak luka, ada (pakai) benda tumpul juga," kata Edi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).

Namun, pihaknya akan mendiskusikan lagi kepada para penyidik yang menangani kasus ini. Karena memang banyak luka sayatan terhadap korban. Tapi, Edi tak bisa menjelaskan secara rinci di bagian mana saja terdapat luka sayatan.

"Lukanya didiskusikan lagi, lukanya berapa dalam, posisinya bagaimana, siapa yang kena duluan, itu nanti belakangan. Semuanya ada (terkena benda tumpul sama tajam)," ujarnya.

"Kalau buat paling banyak di bagian mana susah. Karena susah kalau ngomong kebanyakan. Ya pokoknya serangannya banyak. Bisa dipastikan begitu (pelaku lebih dari satu)," tambah Edi.

Setelah dilakukan autopsi selama kurang lebih lima jam, keempat jenazah korban pembunuhantersebut langsung dipulangkan kepada pihak keluarga.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓