Tengah Mengandung 7 Minggu, Istri Korban Lion Air Tangisi Pemakaman Suami

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 14 Nov 2018, 09:20 WIB
Diperbarui 14 Nov 2018, 09:20 WIB

Fokus, Jakarta - Isak tangis mewarnai pemakaman jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 di berbagai daerah. Sementara itu, tim DVI Mabes Polri kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban, salah satunya warga negara Italia.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (14/11/2018), tangis keluarga dan kerabat tak lagi terbendung saat jenazah Shandy Johan Ramadhan, korban pesawat jatuh milik Lion Air JT 610 dimakamkan di TPU Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Adik dan istri korban tak kuasa menatap peti jenazah yang perlahan-lahan dimasukkan ke liang lahat. Kepergian Shandy memang meninggalkan duka mendalam terutama bagi istri dan calon bayi pertamanya yang masih berusia tujuh minggu dalam kandungan.

Meski terbilang masih baru meniti karir sebagai jaksa, namun di mata rekan-rekan kerjanya di Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Shandy dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Sementara di Sukabumi, Jawa Barat, suasana duka juga mewarnai pemakaman  Firmansyah Akbar di TPU Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat. Istri dan dua anak korban tak kuasa menahaan tangis saat  ditinggal selamanya oleh orang yang mereka cintai.

Di Nganjuk, Jawa Timur, kedatangan  jenazah Deril Fida Febrianto di Desa Trayang, Kecamatan Ngeronggot, juga diselimuti suasana duka. Korban diketahui baru dua minggu menikah dan akan bekerja di sebuah perusahaan pelayaran di Pangkal Pinang.

Tim DVI Mabes Polri, Selasa siang, 13 November kemarin, kembali mengidentifikasi tiga jenazah korban pesawat Lion Air JT 610. Ketiganya adalah Magdiel Bongkal, Alfiani Hidayatul Sholihah, dan Andria Manfredi WNA asal Italia. Dengan demikian, korban pesawat Lion Air JT 610 yang sudah diidentifikasi adalah sebanyak 85 korban. (Galuh Garmabrata)