Komponen Lion Air PK LQP Akan Dibawa ke Pabrik Boeing di AS

Oleh Liputan6.com pada 13 Nov 2018, 07:15 WIB

Diperbarui 13 Nov 2018, 08:16 WIB

Menhub dan Kepala KNKT Konpers Temuan Black Box Lion Air

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Sarjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya akan membawa komponen penentu sudut serang sayap (angle of attack/AoA) di pesawat Boeing B-737-8 MAX nomor registrasi PK LQP Lion Air ke pabrik Boeing B-737 di Amerika Serikat untuk diteliti.

"Nah AoA yang dicopot di Bali akan kami bawa ke Amerika Serikat. Di sana dipakai CT-scan (untuk melihat di) dalamnya, ada yang aneh atau tidak? Akan dibongkar kenapa dia? Ada rusak atau tidak?" kata Soerjanto di Jakarta, Senin 12 November 2018.

Dia mengatakan saat penerbangan Lion Air rute Denpasar-Jakarta, komponen penentu sudut serang sayap itu bermasalah sebelum penerbangan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada 29 Oktober lalu.

Sebanyak 189 orang meninggal pada kecelakaan Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

"AoA sangat penting untuk dibongkar di Amerika Serikat. Nanti akan akan diteliti kenapa bisa copot," ucap Soerjanto seperti dilansir Antara. 

Dia mengatakan, sudut serang sayap ini sangat kritikal dan menentukan dalam keseluruhan proses penerbangan di udara, mulai dari lepas-landas, menuju ketinggian dan kecepatan jelajah, holding di udara, pendekatan akhir ke landasan (final approach) hingga mendarat kembali.

Menurut teori penerbangan, jika pesawat terbang mengarungi udara dalam keadaan sudut serang sayap di atas yang direkomendasikan pabrikan sesuai performansi pesawat terbang itu, maka dia bisa berada dalam kondisi kehilangan daya angkat alias stall.

2 of 3

Hanya Boeing yang Tahu

Dia mengatakan hanya Boeing yang tahu terkait rincian komponen vital itu.

"Kita lagi tanya ke Boeing, algoritma komputernya bagaimana? Kan harusnya satu rusak ada cadangannya (dan) dia harus berpindah. Kita harus mengerti algoritma program yang ada di komputer, bagaimana caranya? Tolong kasih lihat programnya seperti apa? Kenapa satu komponen dan komponen yang lain, bagaimana fungsi dari cadangan ini?," katanya.

Pasalnya, terdapat dua komponen penentu sudut serang sayap alias AoA di dalam pesawat itu, namun ditemukan ketidaksesuaian antara pilot yang terbang secara manual dengan program autopilot yang dikendalikan komputer pesawat terbang.

"Kalau terjadi airspeed disagree atau altitude disagree maka disconnect speed trim tadi supaya pesawatnya bisa dikontrol pilotnya. Jadi pilot dan pesawat berlainan. Pesawatnya mau turun, pilotnya mau naik. Maka itu disuruh matikan speed trim supaya full authority ada di pilot," kata Soerjanto.

Boeing Company memiliki Divisi Pesawat Terbang Komersial --karena mereka juga memiliki divisi wahana udara dan peluru kendali untuk militer dan divisi ruang angkasa-- yang dibedakan menurut program dan produknya. Untuk Boeing B-737 modern dan Boeing Business Jet, mereka memiliki fasilitas pabrik di Renton, Washington.

Salah satu produk Boeing Business Jet ini dipakai Sekretariat Negara untuk pesawat kepresidenan Indonesia, yang berbasis Boeing B-737-900ER, dan dioperasikan Skuadron Udara VIP 17 TNI AU di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sementara program B-747-8, B-767, B-777, dan B-787, diproduksi di Everett, Seattle, Washington. Khusus B-787, juga diproduksi di Charleston, Virginia Selatan.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓