Top 3 News: Hari Pahlawan Jadi Petaka di Viaduk Surabaya

pada 12 Nov 2018, 07:00 WIB
Diperbarui 12 Nov 2018, 07:15 WIB
Korban insiden Surabaya Membara dimakamkan

Jakarta - Top 3 news, peringatan Hari Pahlawan di Surabaya dengan pertunjukkan drama kolosal bertema Surabaya Membara, kini tak hanya untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.

Insiden berdarah yang terjadi Jumat malam, 9 November kemarin juga menjadi kenangan pahit bagi sejumlah keluarga yang putra-putrinya meninggal dunia saat tengah menonton pertunjukkan di pinggir rel kereta atau viaduk.

Saat itu, penonton Surabaya Membara terkejut begitu melihat kereta lewat. Panik tertabrak, warga saling dorong hingga menyebabkan belasan terluka dan ada yang jatuh dari pinggiran viaduk pada ketinggian 6 meter. Bahkan ada pula yang terlindas kereta karena tak kuasa menghindar.  

Sementara, rencana Kementerian Agama untuk mengubah buku nikah seperti kartu ATM atau KTP juga menyita perhatian publik.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, nantinya para pasangan suami istri tidak perlu repot-repot membawa buku ketika bepergian atau menginap di hotel. Kemenag menargetkan, akan ada 1 juta kartu nikah yang diproduksi pada 2018 ini.

Ada pun perihal pencarian para korban Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang, telah resmi dihentikan, pada Sabtu, 10 November 2018. 

Dari 666 bagian tubuh korban pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP tujuan Pangkalpinang ini, total telah ada 79 penumpang yang teridentivikasi. Terdiri dari 59 laki-laki dan 20 perempuan.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Minggu, 11 November 2018:

2 dari 4 halaman

1. Surabaya Membara, Peringatan Hari Pahlawan yang Berubah Jadi Petaka

Dilarang Melintas Garis Polisi
Ilustrasi Foto Garis Polisi (iStockphoto)

Teriakan histeris terdengar di sela-sela pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 9 November 2018. Ribuan penonton drama menjadi saksi insiden di viaduk atau jalan kereta api yang ada di atas jalan raya.

Ketika itu, belasan orang terjun bebas dari viaduk saat menonton Surabaya Membara. Peringatan Hari Pahlawan di Kota Pahlawan pun berubah menjadi tragedi.

Seorang saksi mata sekaligus korban, Sahluki, menceritakan tentang insiden Surabaya Membara tersebut. Dia menuturkan, banyak orang yang menonton dari viaduk.

Tiba-tiba, penonton di viaduk itu panik lantaran melihat kereta api datang. Masing-masing orang ingin menyelamatkan diri.

 

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Menag Akan Ganti Buku Nikah dengan Kartu Mirip ATM

Rapat dengan Komisi VIII DPR, Menag Bahas 200 Daftar Mubaligh
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat mengikuti raker dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta (24/5). Dalam rapat ini, Menteri Agama mengklarifikasi tentang daftar 200 mubaligh. (Liputan6.com/JohanTallo)

Kementerian Agama (Kemenag) berencana mengubah tanda bukti pernikahan. Jika biasanya berbentuk buku, kali ini berbentuk kartu.

"Kita ke depan ingin tanda bukti seseorang telah nikah tidak lagi menunjukkan buku nikah yang besar, yang susah ditaruh saku dan dibawa bepergian," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat peluncuran Sistem Informasi Manajeman Nikah (SIMKAH) berbasis web di kantornya, seperti dikutip dari JawaPos.com, Minggu (11/11/2018).

Dia menjelaskan, kartu nikah akan dibuat sebesar kartu ATM ataupun kartu tanda penduduk (KTP). Sehingga, lebih mudah dibawa dan masuk saku.

 

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Evakuasi Korban Lion Air Jatuh Dihentikan, RS Polri Terima 666 Bagian Tubuh

Kantung Jenazah dan Serpihan Lion Air JT 610 Tiba di Tanjung Priok
Petugas Basarnas membawa kantung jenazah terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Posko Evakuasi, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (29/10). Pesawat teregistrasi dengan PK-LQP dan berjenis Boeing 737 MAX 8. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Badan SAR Nasional (Basarnas) telah menghentikan proses pencarian korban pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang pada 10 November. Dari operasi tersebut, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur menerima sebanyak 666 bagian tubuh.

Ratusan bagian tubuh tersebut berasal dari 195 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Polri Kramat Jati. Adapun korban yang telah berhasil teridentifikasi ada sebanyak 79 penumpang.

Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes Lisda Cancer menyampaikan, pihaknya akan tetap melakukan proses identifikasi korban pesawat Lion Air jatuh meski operasi evakuasi telah dihentikan.

 

Selengkapnya...

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓