Sukses

PT KAI: Panitia Surabaya Membara Tak Koordinasi ke Petugas Kereta

Polrestabes Surabaya memeriksa saksi dari PT KAI terkait insiden drama kolosal Surabaya Membara. PT KAI menegaskan panitia tak ada koordinasi sehingga tidak ada petugas yang bisa turun untuk amankan jalur.

Liputan6.com, Surabaya - Usai insiden jatuhnya puluhan orang yang menonton drama kolosal Surabaya Membara di Viaduk, perlintasan kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya , polisi masih  meriksa sejumlah saksi. Sementara itu, PT KAI menegaskan panitia drama kolosal Surabaya Membara tidak ada kordinasi sama sekali. Sehingga PT KAI tidak bisa menurunkan petugas untuk mengamankan jalur.   

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (11/11/2018),  belasan penonton di atas jembatan tiba-tiba terjatuh dari ketinggian sekitar lima meter. Tim medis, polisi, dan Linmas melakukan evakuasi. Tiga otang tewas dan 11 lainnya menderita luka-luka.

Aparat Polrestabes Surabaya memeriksa sejumlah saksi dari panitia penyelenggara acara. Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, dan PT KAI.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan tidak ada koordinasi dari pihak panitia saat kegiatan drama kolosal Surabaya Membara. Dia  menambahkan, jalur kereta api yang ada di Viaduk, merupakan jalur padat kereta api sehingga selalu dilalui kereta mulai pagi hingga malam.  

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  juga  menegaskan acara drama kolosal Surabaya Membara tidak mengantongi izin dari pemerintah kota. (Karlina Sintia Dewi)