Isak Tangis Keluarga Dodi Junaedi Korban Lion Air di Masjid Kejagung

Oleh Ady Anugrahadi pada 05 Nov 2018, 08:45 WIB
Diperbarui 05 Nov 2018, 08:45 WIB
tangis
Perbesar
Kesedihan keluarga Dodi Junaedi saat tiba di Masjid Baitul Adli, kompeks Kejaksaan Agung, tempat almarhum korban Lion Air jatuh disemayamkan, Senin (5/11/2018). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah Dodi Junaedi tiba di Masjid Baitul Adli, Kompeks Kejaksaan Agung, Senin pagi, setelah disemayamkan sejak Minggu malam di Gedung Kejagung. Rencananya, hari ini jenazah akan dikebumikan di Taman Makam Seroja.

Dodi yang menjabat Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Isak tangis keluarga Dodi Junaedi pecah begitu melihat peti jenazah berbalut bendera Merah Putih itu. Istri dan anak korban tak kuasa menahan kesedihan. Mereka memeluk sembari mengusap-usap peti jenazah almarhum.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Pa, maafin Mamah ya kemarin tidak temanin Papah," kata istri korban, Senin (5/11/2018).

Tak cuma memeluk peti jenazah, keluarga secara bergantian juga mencium foto almarhum sembari memanjatkan doa.

Kemarin, Tim DVI mengidentifikasi tujuh korban jatuh pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610. Salah satunya, Dodi Junaedi yang sejak tadi malam langsung disemayamkan di Kejagung.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

14 Korban Berhasil Diidentifikasi

Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramatjati, Jakarta, kembali menerima sebanyak 32 kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Kantong jenazah tersebut diterima dari Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pantauan Liputan6.com, sejumlah ambulans saling beriringan menuju instalasi kedokteran forensik RS Polri Kramatjati. Kantong jenazah langsung diturunkan satu per satu.

"Saya hitung sendiri 32 kantong jenazah," kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramatjati, Kombes Pol Edy Purnomo, di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018).

Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramat Jati telah menerima sebanyak 105 kantung jenazah.

"Dari data yang dikirimkan ke kita untuk tambahan kemarin sampai malam tambah 32 kantong sehingga semuanya ada 105 kantong jenazah," kata Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Kombes Pol Haryanto di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018).

Dia menyebut berdasarkan hasil identifikasi sudah ada 14 korban Lion Air yang dapat teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga.

 

Lanjutkan Membaca ↓