Sumpah Pemuda dan Tragedi Jatuhnya Pesawat Lion Air

Oleh Ika Defianti pada 05 Nov 2018, 06:47 WIB
Diperbarui 05 Nov 2018, 06:47 WIB
Lion Air
Perbesar
Peti jenazah korban Lion Air yang akan diserahkan kepada keluarga. (Liputan6.com/Ika Defianti)

Liputan6.com, Jakarta - Tujuh jenazah korban pesawat Lion Air JT-610 yang telah teridentifikasi diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga korban memang langsung dihubungi RS Polri Kramatjati, Jakarta untuk penyerahan jenazah.

Pantauan Liputan6.com, usai penyerahan secara simbolik, keluarga korban Lion Air langsung mendekati peti jenazah sebelum dibawa ambulans ke rumah duka untuk disemayamkan. Keluarga langsung memeluk peti yang telah ditempel nama korban.

Salah satu ayah korban, Muhammad Sidik mengaku beberapa pekan sekali anaknya, Dodi Junaedi pulang ke Jakarta untuk bertemu istri dan ketiga anaknya. Apalagi keluarga kecilnya tinggal dengan orang tua Dodi.

Meskipun telah bekerja di Kejaksaan sejak 2003, Dodi baru bertugas selama tujuh bulan di Pangkal Pinang. Sehari sebelum peristiwa terjadi, Sidik mengaku mengobrol dengan anaknya kurang lebih satu jam.

Keesokan harinya, ketika Sidik pulang dari Salat Subuh di masjid, Dodi telah berangkat ke bandara guna mengejar penerbangan pagi untuk ikut upacara Sumpah Pemuda.

"Iya biasanya kan dia emang mau dinas kesana (Pangkal Pinang), jadi biasa saja," kata Sidik di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018).

Setelah teridentifikasi, jenazah bapak tiga anak ini rencananya disemayamkan terlebih dahulu di Kejaksaan Agung. Baru kemudian di bawa ke rumah duka untuk dimakamkan keesokan harinya.

"Mau langsung dimakamkan kurang lebih pukul 09.00 WIB di Bintaro, Jakarta Selatan," ucap dia.

Tak hanya itu, dengan teridentifikasinya Dodi, Sidik ucapkan terimakasih untuk tim gabungan yang telah bekerja hingga saat ini.

"Saya ucapkan terimakasih, sampai ditemukannya jenazah-jenazah korban Lion Air ini," jelasnya.

 

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓