Bantu Korban Bencana di Sulsel IKEA Lelang Belasan Barang

Oleh nofie tessar pada 04 Nov 2018, 10:55 WIB
Diperbarui 04 Nov 2018, 11:16 WIB
Bantu Korban Bencana di Sulse IKEA Lelang Belasan Barang

Liputan6.com, Jakarta Lebih dari 1.300 orang menjadi korban dalam bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Belasan ribu orang bahkan hingga saat ini masih mengunggi di pengungsian. 

Melihat fakta tersebut, IKEA merasa perlu mengulurkan tangan untuk membantu korban bencana. Oleh karena itu IKEA menggelar lelang produknya yang sudah di-customised oleh seniman muda dari Never Too Lavish. 

Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Eliza Fazia, mengatakan ada 11 produk IKEA yang dilelang dan sudah diberi sentuhan kreatif dari Never Too Lavish. 

 

 

Bantu Korban Bencana di Sulse IKEA Lelang Belasan Barang
Aksi peserta lelang untuk kebaikan.

Beberapa produk tersebut adalah Trones (kabinet sepatu hitam dengan gambar pulau Sulawesi), Trysil (lemari pakaian putih dengan kaca), Bjorknas (lemari lima laci dengan kayu birch), Malm (lemari tiga laci putih), Tarva (lemari tiga laci dengan kayu pinus), Strandmon (kursi bersayap bergambar Marilyn Monroe). 

Kegiatan lelang dibagi dua cara, online dan offline atau secara langsung. Lelang online sudah dimulai sejak 26 Oktober 2018. Lelang secara langsung digelar pada Jumat 2 November 2018 mulai pukul 18.30 WIB di Restoran IKEA Alam Sutera. 

Dalam kegiatan tersebut, terlihat jelas bagaimana peserta lelang mendapatkan bid atau tawaran tertinggi, untuk membantu korban bencana. Dari 11 produk IKEA yang di-customised, penawaran tertinggi sebesar Rp15 juta pada produk Trones.

 

 

 

Bantu Korban Bencana di Sulse IKEA Lelang Belasan Barang
Salah satu barang lelang yang telah dikustomasi oleh seniman muda dari Never Too Lavish.

Eliza bahkan tak menyangka melihat langsung antusias para peserta lelang.

"Ini adalah pengalaman pertama kami dari IKEA. Ternyata partisipannya luar biasa dan di luar dugaan," ungkapnya. 

Untuk diketahui total yang didapatkan dalam acara 'Lelang untuk Kebaikan' ini adalah sekitar Rp 85 juta. 

Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan langsung melalui UNICEF, guna mendukung Program Pelacakan Reunifikasi Keluarga atau Family Reunification Tracing bagi korban bencana di Palu dan Donggala.

 

(PR)