Hampir Sepekan, RS Polri Sudah Terima 73 Kantong Jenazah Korban Lion Air

Oleh Nanda Perdana Putra pada 03 Nov 2018, 13:27 WIB
Diperbarui 03 Nov 2018, 13:27 WIB
Kantong Jenazah Kembali Diturunkan dari KN SAR Sadew
Perbesar
Personil SAR Gabungan membawa kantong jenasah yang diturunkan dari KN SAR Sadewa di Pelabuhan JICT 2, Jakarta, Rabu (31/10). 189 orang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT- 610, Senin (29/10) lalu. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Masuk hari keenam atau hampir sepekan penanganan insiden pesawat Lion Air jatuh di Perairan Karawang, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramat Jati telah menerima sebanyak 73 kantung jenazah. Keseluruhannya dikirim dari posko pusat di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Hari pertama 24, kedua 24, ketiga 8, keempat 9, dan kemarin tambahan 8 body bag," tutur Kepala Bidang DVI Mabes Polri Kombes Lisda Cancer di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (3/11/2018).

Menurut Lisda, akan ada lagi sejumlah kantung jenazah yang akan dikirim ke RS Bhayangkara Polri Kramat Jati hari ini.

Sementara untuk DNA dari keluarga, sudah 180 yang diterima petugas. Masih tersisa 9 keluarga lagi yang belum diambil sampel.

"Kemudian untuk kegiatan semalam, telah diserahkan tiga jenazah kepada keluarga. Tiga peti penumpang Lion Air," jelas dia.

 

2 dari 2 halaman

4 jenazah Teridentifikasi

Sejauh ini sudah empat jenazah korban pesawat Lion Air jatuh yang teridentifikasi. Mereka adalah Jannatun Cintya Dewi (24), Candra Kirana (29), Munni (41), dan Hizkia Jorry Saroinsong (23).

"Untuk pemeriksaan DNA, dalam siang ini akan dimasukkan ke dalam mesin, mudah-mudahan hasilnya berubah sehingga paling cepat besok udah diumumin," Lisda menandaskan.

Proses uji DNA diperkirakan memakan waktu 4-8 hari. Metode ini menjadi tumpuan tim DVI dalam mengidentifikasi jasad penumpang Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu. (Melissa Octavianti)

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓