Air Laut Pengaruhi Proses Identifikasi Korban Lion Air?

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 03 Nov 2018, 07:37 WIB
Diperbarui 03 Nov 2018, 07:37 WIB
Kantong Jenazah Kembali Diturunkan dari KN SAR Sadew
Perbesar
Personil SAR Gabungan membawa kantong jenasah yang diturunkan dari KN SAR Sadewa di Pelabuhan JICT 2, Jakarta, Rabu (31/10). 189 orang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT- 610, Senin (29/10) lalu. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 272 bagian tubuh korban Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 sudah dimasukkan ke dalam laboratorium untuk menjalani tes DNA.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengatakan, kondisi jaringan pada bagian tubuh korban Lion Air jatuh masih cukup baik dan dapat diidentifikasi.

"Air laut ada pengaruh ke DNA karena ada garam, tapi tidak begitu banyak," jelas Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Pol Putut Cahyo Widodo, di RS Bhayangkara Polri, Jakarta Timur, Jumat, 2 November 2018.

Namun menurutnya, kondisi jaringan pada tubuh tidak semuanya sama.

"Jaringan sangat relatif. Saya punya pengalaman orang meninggal setahun lalu itu jaringan masih bagus. Semoga pemeriksaan DNA ini bisa dijalankan dengan baik," Putut melanjutkan.

Sampai saat ini, timnya masih mengumpulkan DNA pembanding langsung dari anggota keluarga korban Lion Air.

 

2 dari 2 halaman

Kumpulkan Data Pembanding Tidak Langsung

Data pembanding tidak langsung berupa benda pribadi milik korban, juga sedang dikumpulkan.

"Seperti sikat gigi, baju dalam yang belum dicuci dan sudah bersentuhan dengan kulit. Diharapkan ada sel yang masih menempel," tukasnya.

Putut berharap, bagian tubuh korban yang berhasil ditemukan dapat cepat teridentifikasi, sehingga bisa cepat dikembalikan kepada keluarga korban.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓