Ratusan Keluarga Korban Lion Air Jatuh Datangi Posko Antemortem RS Polri

Oleh Ady Anugrahadi pada 30 Okt 2018, 13:34 WIB
Diperbarui 30 Okt 2018, 13:34 WIB
Posko Antemortem Polri didatangi ratusan anggota keluarga korban Lion Air
Perbesar
Posko Antemortem Polri didatangi ratusan anggota keluarga korban Lion Air. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Posko antemortem kecelakaan Lion Air di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, dipadati ratusan orang, Selasa (30/10/2018). Ratusan orang itu adalah keluarga korban jatuhnya pesawat bernomor penerbangan JT 610, Senin 29 Oktober 2018 pagi.

Mereka menunggu kejelasaan nasib sanak keluarganya sembari memberikan contoh DNA.

Salah satunya keluarga besar Lydia Shahab. Lydia sedang menanti kabar tentang keberadaan adik kandungnya yang bernama Cosa Rianda Shahab.

"Adik saya salah satu korban Lion Air," ucap dia ketika ditemui di lokasi, Selasa (30/10/2018).

Lydia menjelaskan, adiknya berkerja di salah satu perusahaan timah di Bangka. Setiap dua minggu pulang ke rumah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut dia, Senin 29 Oktober 2018 kemarin Cosa kembali ke Pangkal Pinang. Namun nahas, pesawat Lion Air yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Kabar tentang kecelakaan pesawat itu diperoleh keluarga pukul 09.15 WIB.

"Awalnya, saya tidak percaya. Tapi di manifest nama-nama penumpang ada nama Cosa. Kemudian, dikontak juga tidak aktif (handphonenya). Kemudian pukul 10.00 WIB, teman adik saya memastikan bahwa benar adik saya turut jadi korban," ujar Lydia.

2 dari 3 halaman

Ingin Cepat Ketemu

Kantung Jenazah dan Serpihan Lion Air JT 610 Tiba di Tanjung Priok
Perbesar
Petugas Basarnas menurunkan kantung jenazah dan serpihan pesawat Lion Air JT 610 di Posko Evakuasi, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (29/10). Pesawat Lion Air JT 610 dipastikan jatuh di laut utara Karawang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Hari ini, dia dan keluarga mendatangi posko antemortem. Dia menyerahkan sejumlah data-data pendukung dan informasi mengenai ciri-ciri fisik adiknya.

"Ditanyakan tinggi badan, berat badan, warna rambut dan sidik jari. Terus ditanya pada saat berangkat pakai baju, dan sepatu apa," terang dia.

Tak cuma itu, tadi Tim DVI juga telah mengambil sampel darah ayahnya. Dia berharap, data-data tersebut dapat membantu proses indentifikasi jenazah adiknya.

"Semoga cepat ditemukan supaya jenazah segera dibawa ke Pangkal Pinang untuk dimakamkan di sana," kata Lydia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓