Bandara Depati Amir Siapkan Posko Aduan dan Krisis Center Lion Air Jatuh

Oleh Liputan6.com pada 29 Okt 2018, 12:47 WIB
Diperbarui 29 Okt 2018, 12:47 WIB
Rita/Liputan6.com
Perbesar
Pesawat Lion Air yang jatuh regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 jatuh di Kawarang. (Humas Lion Air)

Liputan6.com, Pangkalpinang - Bandara Depati Amir Pangkalpinang menyiapkan posko pengaduan dan pengendalian serta krisis center untuk masyarakat maupun keluarga korban penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Kami menyiapkan posko pengaduan dan pengendalian untuk memudahkan keluarga korban penumpang mendapatkan informasi," kata Kepala Bandara Depati Amir, Chuanda di Pangkalpinang, Senin (29/10/2018).

Ia mengatakan, semua pihak bandara Depati Amir Pangkalpinang mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita atas musibah yang dialami penumpang pesawat Lion Air JT 610.

Bandara Depati Amir Pangkalpinang membuka posko pengaduan, pengendalian dan krisis center di nomor 07179100705.

"Untuk keluarga korban yang ada di Pangkalpinang silakan datang langsung ke posko yang kita siapkan, dan yang tidak berada di Pangkalpinang dapat menghubungi cakl center kita untuk mengetahui informasi lebih lanjut," ujar dia seperti dilansir Antara.

Chuanda menambahkan, agar operasional bandara berjalan lancar, pihaknya minta masyarakat tetap tertib dan tidak membuat kericuhan terkait jatuhnya Lion Air.

"Kami harap kejadian ini tidak mengganggu operasional bandara dan kami minta pengunjung tetap tertib," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Detik Detik Pesawat Jatuh

Penerbangan Lion Air dengan nomor penenerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak. Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan pesawat tersebut jatuh di perairan Tanjung Karawang.

Corporate Communication Lion Group, Danang Prihantoro mengungkap kronologi dari hilang kontak hingga pesawat tersebut jatuh. Pesawat itu hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB. 

Setelah 13 menit mengudara atau pada 06.33 WIB, pesawat Lion Air jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”  atau di sekitar Karawang. Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi, termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. Totalnya 189 orang. 

Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 itu buatan 2018 dan baru dioperasikan Lion Air 15 Agustus 2018 serta dinyatakan laik operasi. 

Pesawat dikomandoi Captain Bhavye Suneja dengan kopilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul  Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓