3 Personel Polri Ada Dalam Pesawat Lion Air Jatuh di Karawang

Oleh Liputan6.com pada 29 Okt 2018, 11:50 WIB
Diperbarui 29 Okt 2018, 11:50 WIB
Pesawat Lion Air
Perbesar
Ilustrasi Pesawat Lion Air (ROSLAN RAHMAN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyebut ada tiga personel Polda Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT 610. Pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu jatuh di perairan Tanjung Karawang setelah sempat dilaporkan hilang kontak. 

Tiga polisi tersebut yakni AKBP Sekar Maulan dari Irbid Ops, AKBP Mito sebagai Kepala Biro Sarana Prasarana, dan Bripka Rangga Adi Prana yang merupakan anggota Kasi Propam Polsek Gerunggang Polres Pangkal Pinang.

Hingga saat ini, ketiga personel tersebut masih belum diketahui statusnya.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat. Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin.

Pesawat Lion Air tersebut dilaporkan hilang kontak 13 menit setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta pada 06.20 WIB.

2 dari 3 halaman

Saksi

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari Basarnas, ada saksi atas nama Suyadi yang mengaku melihat pesawat Lion Air jatuh di sekitar Tanjung Karawang. Saat ini pihak SAR Jakarta sedang bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR.

Direktur Umum Lion Air Grup Edward Sirait saat dihubungi Liputan6.com, membenarkan pihaknya hilang kontak dengan pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut. Pihak Lion Airjuga tengah menelusuri informasi yang menyebutkan pesawat tersebut mendarat darurat di Halim dan Karawang.

"Masih simpang siur, ada yang bilang mendarat di Halim, ada yang bilang di Karawang. Kami lagi cek ke lokasi," ungkap Edward. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓