Mendagri : Revolusi Mental Itu Terbukti Nyata, Bukan Jargon

Oleh Cahyu pada 29 Okt 2018, 10:54 WIB
Tjahjo Kumolo

Liputan6.com, Manado Pemerintah secara resmi membuka Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (26/10/2018). Acara ini merupakan salah satu perwujudan dari program Revolusi Mental Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa Revolusi Mental itu terbukti nyata dan bukan hanya jargon seperti yang disampaikan oleh beberapa orang sebelumnya.

“Revolusi Mental itu terbukti nyata, bukan jargon,” ujarnya, di Manado, Sabtu (27/10/2018).

Menurut Tjahjo, salah satu kegiatan yang diselenggarakan untuk mendukung Program Revolusi Mental adalah Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental. Salah satu agenda dari acara ini adalah Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Bersatu Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Tahun 2018 di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo menyampaikan bahwa program-program Revolusi Mental harus menjadi gerakan sosial masyarakat Indonesia.

“Revolusi Mental harus menjadi gerakan sosial masyarakat Indonesia. Gerakan itu berisi proses perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan bahwa landasan utama dan tujuan akhir revolusi mental adalah Pancasila. Pancasila yang mengandung arti bahwa nilai-nilainya dapat menjadi pedoman perilaku masyarakat.

“Revolusi Mental itu berasal dan berakhir pada nilai-nilai pancasila. Bagaimana nilai-nilai itu dapat menjadi pedoman perilaku masyarakat,” kata dia.

Tjahjo menambahkan, kesuksesan Revolusi Mental bergantung dari diri kita sendiri.

“Revolusi Mental itu bergantung pada diri kita sendiri. Walaupun sistemnya bagus, aturanya bagus, tapi kalau integritas dan mental masih buruk, ini akan mengganggu sistem jalanya pemerintahan secara khusus dan kehidupan berbangsa bernegara secara menyeluruh,” tutupnya.

 

 

(*)