Top 3 News: Cara Cerdas Hadapi Hoaks Penculikan Anak

Oleh Ratu Annisaa SuryasumiratLiputan6.comNafiysul Qodar pada 29 Okt 2018, 08:16 WIB
Penculikan Anak

Liputan6.com, Jakarta Top 3 News, media sosial hingga kini kerap digunakan pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks yang kerap menimbulkan keresahan di masyarakat.

Belum lama ini hal tersebut terjadi Bandar Lampung. Tiga perempuan bercadar sempat dicurigai sebagai penculik anak. Dalam video amatir yang  viral di media sosial, ratusa massa mengerumuni ketiganya, lalu membawa ke kantor polisi.

Lantas, seperti apa imbauan polisi agar masyakarat tak cepat termakan berita hoaks?

Belakangan kabar penculikan tersebut tidak benar. Ketiganya merupakan bibi dari siswi SD tersebut. 

Sementara itu, pembakaran bendera HTI masih menjadi isu paling hangat yang dibicarakan. Menurut Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif, bendera yang dibakar anggota Banser, bukan bendera tauhid.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Minggu, 28 Oktober 2018:

2 of 4

1. Marak Hoaks Penculikan Anak di Media Sosial, Ini Imbauan Polri

Ilustrasi hoax
Ilustrasi hoax (iStockPhoto)

Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan isu penculikan anak yang terjadi di berbagai daerah melalui media sosial. 

Polri mengimbau masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi informasi, video ataupun gambar yang beredar melalui media sosial. Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Warga juga diimbau untuk tidak mudah main hakim sendiri ketika menemukan orang mencurigakan. Apalagi isu yang beredar menyebutkan, rata-rata pelaku penculikan berpura-pura sebagai orang gila.

 

Selengkapnya...

3 of 4

2. Masyarakat Pulau Buru Diminta Tidak Santap Kepala Ikan karena Beracun

20161010-Pengusaha Ikan Muara Baru Mogok Massal-Jakarta
Kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Senin (10/10). Lebih dari 60 perusahaan, ratusan kapal nelayan dan kapal ikan tak beroperasi dan tutup sebagai bentuk protes kenaikan uang sewa lahan sampai 450 persen (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Pakar kimia dan lingkungan Universitas Pattimura Elahnpatti Ambon, Dr Justinus Male mengingatkan masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Buru dan Pulau Ambonagar, jangan mengonsumsi kepala maupun tulang ikan karena sudah mengandung bahan beracun mercuri dan sianida.

Penelitian ini sudah dilakukan sejak 2015, setelah maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak, Gogorea, dan Anahoni yang menggunakan berton-ton mercuri dan sianida.

Berikut ini beberapa hal yanh harus dilakukan warga saat membeli ikan segar di pasar.

 

Selengkapnya...

4 of 4

3. Wakil Ketua PWNU DKI Sebut Bendera yang Dibakar Banser Bukan Bendera Tauhid

Pejabat negara dan pemimpin ormas Islam berkumpul di rumah Wapres Jusuf Kalla (Merdeka.com/ Muhammad Genantan Saputra)
Pejabat negara dan pemimpin ormas Islam berkumpul di rumah Wapres Jusuf Kalla membahas mengenai pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat. (Merdeka.com/ Muhammad Genantan Saputra)

Menurut Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif, bendera yang dibakar oleh anggota Banser dalam peringatan Hari Santri Nasional itu bukanlah bendera tauhid.

Dia mengimbau kepada semua warga negara NU dan umat Islam di Jakarta untuk tetap tenang, menjaga soliditas.

PWNU DKI tidak ingin warga terprovokasi dengan isu-isu dan pernyataan-pernyataan yang bisa memecah belah umat.

 

Selengkapnya... 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓