7 Pernyataan Sikap Adik Gus Dur Terkait Banser Bakar Bendera HTI

Oleh Dian Kurniawan pada 27 Okt 2018, 18:09 WIB
Diperbarui 27 Okt 2018, 18:09 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta Adik kandung Presiden ke-4 Indonesia Abdurahman Wahid atau Gus Dur, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah memberi pernyataan sikap atas aksi Banser membakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

"Ada 7 poin sikap Pondok Pesantren Tebuireng terhadap aksi tersebut mulai dari pembakaran bendera yang dilakukan oleh oknum banser hingga penyusupan yang dilakukan oleh oknum saat peringatan hari santri di Kabupaten Garut," tutur Gus Sholah di Dalem Kasepuhan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018).

Didampingi sejumlah pengurus pondok pesantren Tebuireng, Gus Sholah menyampaikan pernyataan sikap Ponpes Tebuireng Jombang. 

"Poin pertama yakni menyesalkan terjadinya peristiwa itu yang dimulai dari penyusupan seseorang yang membawa bendera bertuliskan kalimat La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah pada acara Hari Santri Nasional, yang kemudian dirampas dan dibakar oleh oknum banser. Peristiwa itu menimbulkan dampak kegaduhan secara nasional," kata Gus Sholah.

Poin kedua, sambungnya, persepsi masyarakat atas peristiwa tersebut ada dua yakni, menyatakan tindakan oknum Banser itu tidak bisa dibenarkan. Persepsi kedua menyatakan tindakan itu benar sebagai antisipasi terhadap bahaya yang lebih besar.

 

2 dari 3 halaman

Ketiga

"Poin ketiga, Sebagian masyarakat cukup besar jumlahnya merasa tidak nyaman bahkan marah akibat tindakan tersebut," kata Gus Sholah.

Poin keempat, lanjutnya, tindakan penyusupan pada acara Hari Santri Nasional dan tindakan pembakaran itu tidak etis. "Poin kelima, menghargai permohonan maaf oleh oknum Banser dan penyusup bendera tersebut," ujar Gus Sholah.

Poin keenam, imbuh dia, menyerukan kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti proses hukum secara tuntas terhadap peristiwa penyusupan pada Hari Santri Nasional tersebut.

"Dan poin ke tujuh, menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu persatuan bangsa," ucap Gus Sholah. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓