Peringatan Hari Santri, Jokowi: Tahun Politik Banyak Beredar Fitnah

Oleh Huyogo Simbolon pada 21 Okt 2018, 23:04 WIB
Diperbarui 21 Okt 2018, 23:04 WIB
20170722-Jokowi-Banten-Santri

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan bahwa tahun Pemilu merupakan masa-masa rawan hoaks. Padahal, kata Jokowi, ajaran agama tidak memperbolehkan fitnah, mencela, dan menjelek-jelekkan.

Tetapi hal-hal seperti itu selalu saja terjadi di tahun-tahun politik seperti sekarang ini. Demi kepentingan politik jangka pendek, ujar Jokowi, berbagai fitnah dan provokasi diproduksi yang implikasinya dapat memecah belah bangsa dan memunculkan permusuhan permanen.

"Jangan percaya pada yang namanya hoaks. Kalau sudah menjelang tahun politik seperti ini, banyak beredar kabar bohong dan fitnah-fitnah," ujar Jokowi pada acara malam puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yang digelar di Lapangan Gasibu, Kota Bandung (21/10/2018).

Jokowi yang mengenakan sarung dipadu atasan baju koko, jas hitam dan peci pun mengingatkan bahwa berbeda pilihan tidak masalah dalam sebuah pesta demokrasi.

"Silakan berbeda pilihan, itu tidak apa-apa. Namanya juga pesta demokrasi," ucap Jokowi.

 

2 dari 2 halaman

10 Ribu Santri

Malam puncak peringatan Hari Santri tahun ini dihadiri sekitar 10 ribu santri. Ada juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Ketua Umum PPP Romahurmuzy.

Acara berlangsung sangat meriah. Sebelum Presiden Jokowi pidato, terlebih dulu digelar Festival Pendidikan Alquran di Gedung Muhamad Toha, Sabilulungan Bandung. Sedangkan pada sorenya di Lapangan Gasibu diadakan kirab Hari Santri Nusantara tingkat Provinsi Jawa Barat.

Fauzan, 24, santri asal Bandung mengaku, peringatan Hari Santri tahun ini merupakan pengalaman pertamanya menghadiri acara tersebut.

"Acaranya meriah. Insyaallah, banyak berkahnya. Di sini banyak kiainya jadi banyak ilmu juga yang didapat," kata Fauzan.

Ia pun berharap peringatan Hari Santri ini membawa perubahan terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya berharap semoga Indonesia lebih damai dan sejuk," harapnya.

Santriwati Hemi Hanifah (20) juga merasakan momen hari santri ini cukup istimewa. Sebab, acara ini menjadi momen untuk bersama santri lain.

"Saya merasa bangga dan bersyukur banget bisa datang di hari spesial alumni santri. Acara ini mengingatkan kembali masa-masa di pesantren," tutur Hemi yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Sukahideung, Tasikmalaya. (Huyogo Simbolon)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓