Usai Penggeledahan KPK, Lingkungan Rumah Elite Billy Sindoro Dijaga Ketat

Oleh Pramita Tristiawati pada 18 Okt 2018, 23:27 WIB
Diperbarui 18 Okt 2018, 23:27 WIB
Billy Sindoro Resmi Ditahan KPK

Liputan6.com, Jakarta - Keamanan kompleks perumahan elite tempat tinggal Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro, di Jalan Taman Golf Nomor 55, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, memperketat penjagaan. Hal itu dilakukan setelah KPK menggeledah rumah tersebut pada Rabu 17 Oktober 2018 malam terkait kasus suap izin Meikarta.

Salah seorang petugas keamanan, Agus membenarkan adanya penggeledahan petugas KPK pada pukul 21.00 WIB hari itu.

"Tadi malam betul ada petugas KPK yang datang dan keluar sekitar jam 12-an," kata Agus, Tangerang, Kamis (18/10/2018).

Setelah itu, pengamanan keluar masuk kluster perumahan elite Billy Sindoro tersebut dijaga ketat. Untuk akses masuk ke kawasan itu harus mendapatkan izin dan tanda bukti kunjungan.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari para penghuni yang berada di sana. 

Rumah Billy Sindoro masuk dalam kawasan elite Lippo Karawaci yang tak jauh dari kawasan Supermall Karawaci, Universitas dan Sekolah Pelita Harapan, lapangan golf serta Siloam Hospital. Setiap kluster dijaga ketat minimal empat petugas keamanan.

2 dari 2 halaman

9 Tersangka

Suasana gerbang kluster kediaman Billy Sindoro, pejabat Lippo Group yang diduga menyuap Bupati Bekasi atas perijinan Meikarta.
Pihak keamanan komplek perumahan elit yang ditinggali Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro di Jalan Taman Golf Nomor 55, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, memperketat penjagaan dan keamanan.

Sebelumnya, KPK menggeledah ruang kerja dari PT Lippo Grup yang berada di lantai 22 Gedung Matahari 2, Jalan Boulevard Palm Raya No 7, yang juga tak jauh dari kediaman Billy Sindoro. Dari penggeledahan itu, diamankan empat kantung plastik putih, satu koper hitam berukuran sedang, satu koper berukuran sedang berwarna merah dan satu buah kardus berisikan berkas.

Pada kasus dugaan suap izin Meikarta ini KPK telah menjerat 9 orang tersangka. Dua orang di antaranya, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. 

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp 7 miliar dari Billy. Uang itu diduga bagian dari fee pase pertama yang dijanjikan sebesar Rp 13 miliar terkait proses perizinan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓