Pembangunan Belum Selesai, Skybridge Tanah Abang Dioperasikan Hari Ini

Oleh Delvira Hutabarat pada 15 Okt 2018, 09:04 WIB
Diperbarui 15 Okt 2018, 09:04 WIB
Pembangunan Skybridge Tanah Abang
Perbesar
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jembatan multiguna (skybridge) Tanah Abang di Jakarta, Selasa (9/10). PD Pembangunan Sarana Jaya tengah mengebut penyelesaian skybridge Tanah Abang yang ditarget selesai pada 15 Oktober (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Tanah Abang yang menghubungkan Pasar Tanah Abang dengan stasiun akan diluncurkan hari ini. Meski segera diresmikan, JPM itu belum sepenuhnya selesai. Bahkan, sejak awal pembangunannya, Pemprov DKI terus dibombardir pro kontra.

Pertama, saat Pemprov DKI menutup satu jalur di Jalan Jati Baru Raya untuk ditempati PKL pada Desember 2017. Gubernur Anies Baswesdan mengatakan, penataan Tanah Abang memfasilitasi semua pemilik kepentingan, dari pedagang, pejalan kaki, hingga angkutan umum.

"Semua pihak yang mememiliki kepentingan bisa terakomodasi," kata Anies saat memberikan keterangan terkait penataan Tanah Abang di Balai Kota Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Penutupan itu berujung pada pelaporan Anies ke pihak berwajib hingga rekomendasi Ombudsman. Ombudsman DKI Jakarta mengeluarkan Laporan Hasil Akhir Pemeriksaan (LHAP) terkait penataan PKL Tanah Abang yang menutup sebagian Jalan Jatibaru. Laporan menyebut, adanya maladministrasi atas kebijakan Anies.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Ombudsman DKI Jakarta Dominikus Dalu menjelaskan, jika dalam 30 hari Pemprov DKI tidak menanggapi, laporan itu bisa ditingkatkan menjadi rekomendasi. Itu dilakukan setelah melalui mekanisme pleno pemimpin Ombudsman RI.

"Sanksi administratif itu bisa di-nonjob-kan, bisa dibebastugaskan," kata Dominikus saat konferensi pers di kantor Ombudsman RI, Jakarta, 26 Maret 2018.

Meski terus mendapat penolakan, Anies bergeming. Ia mengatakan jalan itu tidak akan dibuka sampai skybridge Tanah Abang selesai dibangun. Skybridge menurutnya adalah solusi bagi PKL agar tak berjualan di trotoar ataupun di Jalan Jatibaru lagi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

PKL Harus Membayar

Pembangunan JPM itu dimulai Agustus 2018 dan ditargetkan selesai Oktober 2018. Target itu terancam molor lantaran hingga saat ini, JPM belum sepenuhnya siap digunakan baik untuk penyeberang jalan maupun lapak PKL.

Saat ini terdaftar 372 pedagang yang mengikuti undian untuk mendapatkan lapak di skybridge. Para PKL nantinya harus membayar Rp 500 ribu per bulan untuk dapat berjualan di sana.

Lanjutkan Membaca ↓