BMKG: Jakarta Dekat Sumber Gempa, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 11 Okt 2018, 11:51 WIB
Gempa Bumi

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kawasan di Indonesia masih diguncang gempa bumi dengan magnitudo di atas 5. Setelah Donggala dan Palu, gempa kini mengguncang Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis dini hari tadi dengan magnitudo 6,4.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengingatkan gempa bumi juga bisa menyasar wilayah Jakarta. Namun begitu, masyarakat diminta tetap tenang.

“Memang Jakarta dekat sumber gempa, tapi potensi terjadi kapannya belum tahu. Masyarakat tidak perlu cemas,” ucap Rahmat di kantor BMKG, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Menurut dia, BMKG sudah menyiapkan langkah mitigasi bencana. Masyarakat juga harus diberikan bekal tentang pemahaman terhadap bencana alam.

“Betapa pun BMKG bekerja 24 jam sehari, tetapi Pemda libur Sabtu dan Minggu, informasi jadinya kan tidak sampai ke masyarakat. Jadi, Pemda harus perkuat BPBD untuk selalu siap agar bisa evakuasi masyarakat yang terdampak,” ia melanjutkan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa infrastruktur yang aman gempa juga harus dipersiapkan.

"Karena yang bahaya saat gempa bumi adalah bangunan yang jatuh, jadi masyarakat tidak perlu panik fokus kapan terjadi gempa di Jakarta karena kapan terjadinya kita tidak tahu,” ia mengakhiri.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 of 2

Jangan Percaya Ramalan Gempa

Gempa Bumi
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

BMKG juga meminta masyarakat agar tidak percaya dengan ramalan-ramalan soal gempa. Terlebih, banyak beredar berita tidak benar alias hoaks terkait gempa yang akhir-akhir ini mengguncang sejumlah wilayah di Tanah Air. Salah satunya soal ramalan gempa.

"Kita kembali mengingatkan masyarakat agar tidak percaya ramalan gempa," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly, dalam konferensi pers mengenai gempa Situbondo, di kantor BMKG, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Menurut dia, Indonesia unik. Kompleksnya seismik kerak bumi menyebabkan Tanah Air memang rawan gempa. Namun, masyarakat tidak perlu cemas.

"Tapi potensi terjadi kapannya belum tahu. Masyarakat tidak perlu cemas. Kita menyiapkan langkah mitigasi tetap. Bagaimana kita memiliki kepahaman dan menyiapkan infrastruktur yang aman gempa. Karena yang bahaya saat gempa adalah bangunan yang jatuh," tutur Muhamad Sadly.

"Jadi masyarakat tidak perlu panik fokus kapan terjadi gempa di Jakarta karena kapan terjadinya kita tidak tahu," lanjut dia.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan Indonesia memang masuk dalam kawasan seismik aktif dan kompleks. Ada enam zona subdaksi di Tanah Air.

"Masing-masing zona subdaksi masih dirinci lagi menjadi segmen-segmen megathrust yang berjumlah 16. Sesar aktif teridentifikasi 295 sumber gempa sesar aktif," lanjut Rahmat dalam konferensi pers soal gempa Situbondo di BMKG.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓